IMF-World Bank 2018

Sektor Keuangan Diimbau Bersiap Hadapi Tekanan Global

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 10 Oct 2018 23:33 WIB
ekonomi globalIMF-World Bank
Sektor Keuangan Diimbau Bersiap Hadapi Tekanan Global
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Nusa Dua: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengingatkan sektor jasa keuangan perlu bersiap diri menghadapi tekanan ekonomi global.

Wimboh bilang meningkatnya suku bunga global berpotensi diikuti oleh kenaikan suku bunga domestik. Dia mengimbau agar bank dan perusahaan pembiayaa perlu mengerahkan usaha ekstra untuk melakukan efisiensi.

"Sampai taraf tertentu hal ini akan mengurangi dampak kenaikan suku bunga pinjaman yang sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Wimboh di Nusa Dua, Bali, Rabu, 10 Oktober 2018.

Meskipun demikian dirinya menegaskan kondisi Iidustri jasa keuangan saat ini sangat solid. Didukung dengan data pemodalan yang cukup kuat, likuiditas yang baik, dan tingkat risiko yang terkendali. Dia bilang rasio kecukupan modal perbankan terjaga di level 23 persen.

Demikian juga halnya dengan tingkat pemodalan perusahaan asuransi yang berada di atas threshold. Sementara itu likuiditas perbankan dalam kondisi yang cukup.

"Excess reserve perbankan mencapai sekitar Rp518 triliun. Hal ini memberikan buffer yang cukup bagi sektor jasa keuangan untuk bertahan menghadapi tekanan," tutur dia.

Intermediasi sektor jasa keuangan juga menunjukkan tren yang meningkat. Pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 12,12 persen yoy dengan NPL yang cukup rendah yaitu sebesar 2,74 persen.

Pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan pun cukup baik yaitu bertumbuh 5,82 persen dengan NPF sebesar 3,11 persen.

"Kami terus memonitor dan mengevaluasi perkembangan risiko kredit baik perbankan maupun perusahaan pembiayaan untuk mencegah terjadinya krisis di sektor jasa keuangan," katanya.

Sementara itu, meskipun yield obligasi dalam rupiah dalam tren meningkat. Penggalangan dana di pasar modal tumbuh positif mencapai sekitar Rp130 triliun (ytd) dengan sejumlah Rp20 triliun lainnya masih dalam pipeline.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA