Dorong Ekspor, Indonesia Butuh Lebih Banyak Investasi

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 20 Dec 2018 20:17 WIB
investasiekspor-impor
Dorong Ekspor, Indonesia Butuh Lebih Banyak Investasi
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Medcom/Eko Nordiansyah.

Jakarta: Pemerintah terus berupaya mencari cara untuk meningkatkan ekspor nasional. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan butuh lebih banyak investasi yang bisa menopang kegiatan industri sehingga mendorong ekspor.

"Dari industri, kita selalu bilang kalau mau ekspor harus ada investasi. Karena industri itu punya kapasitas, tanpa investasi enggak bisa terjadi," kata dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Desember 2018.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai dengan November 2018, neraca perdagangan mencatatkan defisit sebesar USD7,5 miliar. Defisit dipicu oleh impor yang mencapai USD173,32 miliar, sedangkan ekspor hanya USD165,81 miliar.

Airlangga mencontohkan beberapa industri otomotif sudah berhasil melakukan ekspor. Mereka baru bisa melakukan ekspor ketika ada investasi yang menggerakan industri sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing.

"Kan kemarin sudah jelas ekspor Toyota, Suzuki, Yamaha Motor, sintetik rubber. Semua itu kan investasi dulu baru ekspor. Karena kan kapasitasnya rata-rata sudah mentok," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pemerintah akan terus mencari jalan agar industri di dalam negeri bisa mengekspor lebih banyak. Pemerintah juga menyiapkan insentif jika dibutuhkan, terlebih bagi industri yang dinilai memiliki potensi ekspor cukup besar.

"Beberapa yang mesti kita dorong itu industri menengah yang berorientasi ekspor. Misalnya, daur ulang plastik. Itu kan orientasi ekspor dan butuh material daur ulang. Nah itu perlu kita dorong, karena itu quick win, cepat (mendorong ekspor)," pungkasnya.


(SAW)