Semester I-2018

Volume Transaksi Rifan Financindo Berjangka Capai 615 Ribu Lot

   •    Jumat, 13 Jul 2018 13:19 WIB
komoditas
Volume Transaksi Rifan Financindo Berjangka Capai 615 Ribu Lot
Suasana rapat manajemen Rifan Financindo Berjangka (Foto: dokumentasi Rifan Financindo Berjangka)

Jakarta: PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) mencetak total volume transaksi mencapai 615,513 lot atau naik sebanyak 148,86 persen dibandingkan dengan posisi yang sama di 2017 sebesar 247,332 lot hingga akhir Juni 2018. Perolehan itu mencapai sekitar 60 persen lebih dari target 1 juta lot yang telah terpenuhi.

Volume transaksi bilateral menjadi penopang rapor biru di enam bulan pertama ini dengan total transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) sebesar 434,957 lot, kemudian transaksi multilateral sebesar 180,556 lot. Namun, secara pertumbuhan, transaksi multilateral meningkat 585,07 persen dari semester pertama tahun sebelumnya sebesar 26,356 lot.

Chief Business Officer Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya mengatakan pertumbuhan yang melesat pada semester pertama ini menjadi bukti nyata kerja keras dari seluruh tim marketing dan support di RFB. Rifan Financindo Berjangka meyakini angka transaksi 1 juta lot akan tercapai sebelum akhir tahun.

"Selanjutnya, untuk mendukung pertumbuhan bisnis, kami akan melakukan ekspansi usaha dengan membuka kantor cabang baru di Yogyakarta pada awal Agustus 2018 hingga total menjadi 10 kantor serta akuisisi kantor pialang di Makassar dan Malang yang masih dalam proses," kata Teddy, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Sementara itu, transaksi bilateral naik 96,83 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 yang mencapai 220,976 lot. Selain itu, RFB mencatat kenaikan jumlah nasabah baru. Total nasabah baru RFB menembus angka 1.311 nasabah atau naik 27,16 persen dibandingkan dengan semester pertama 2017.

Di sisi lain, masih kata Teddy, RFB bersama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan JFX terus melaksanakan edukasi tentang investasi perdagangan berjangka kepada masyarakat.

"Melalui upaya ini, masyarakat memahami sekaligus mengubah pandangan negatif mereka ke arah positif terhadap industri perdagangan berjangka," pungkasnya.


(ABD)