'Jalan Terjal' Mewujudkan Kendaraan Ramah Lingkungan

Nia Deviyana    •    Selasa, 06 Nov 2018 15:55 WIB
mobil listrikkendaraan ramah lingkungankementerian perindustrian
'Jalan Terjal' Mewujudkan Kendaraan Ramah Lingkungan
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) menjadi program pemerintah untuk memanfaatkan teknologi otomotif ramah lingkungan. Melalui program ini, pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebanyak 29 persen pada 2030, serta menjaga ketahanan energi khususnya di sektor transportasi darat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto mengatakan untuk mewujudkan itu, ada banyak tantangan yang harus dilalui.

"Salah satunya terkait kenyamanan berkendara oleh para pengguna," kata dia di Kementrian Perindustrian, Jakarta, Selasa, 6 November 2018.

Kendala lain, tambah Airlangga, ada pada infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, adopsi teknologi dan regulasi, termasuk dukungan kebijakan fiskal agar kendaraan listrik dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa harus dibebani biaya tambahan yang tinggi.

Airlangga mengatakan beberapa upaya akan dilakukan untuk mendorong pengembangan LCEV, termasuk pemberian tax holiday dan tax allowance bagi investasi baru.

"Upaya lain, pemberian insentif income tax deduction sampai 300 persen untuk industri yang melakukan aktivitas research and development (R&D), serta harmonisasi tarif pajak kendaraan bermotor," tambahnya.

Pemerintah juga menggandeng produsen otomotif dan perguruan tinggi untuk melakukan riset bersama dan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik. Termasuk menyelenggarakan studi yang hasilnya bisa memberikan gambaran permasalahan.

 


(AHL)