Legislator Minta Pemerintah Kaji Ulang HET Gula

   •    Kamis, 09 Nov 2017 15:04 WIB
gula
Legislator Minta Pemerintah Kaji Ulang HET Gula
Ilustrasi (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Surabaya: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Harjo meminta pemerintah untuk mengkaji ulang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pokok Produksi (HPP) gula. Hal itu menjadi perlu untuk mendorong petani agar lebih semangat menanam tebu.

"Kami usulkan kepada pemerintah untuk mengkaji ulang HET dan HPP. Saat ini HPP masih sekitar Rp9.700 per kilogram, sementara HET mencapai Rp12.500 per kilogram," kata Bambang, di Surabaya, seperti dikutip dari Antara, Kamis 9 November 2017.

Bambang, usai kunjungan kerjanya di Kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Persero mengatakan, kaji ulang diharapkan dilakukan agar pemerintah bisa melihat kebutuhan mendasar petani. Sebab, kata dia, HET yang ditetapkan saat ini belum melihat beberapa kebutuhan petani, seperti harga pupuk, tanah atau pengelolaan dan kebutuhan lainnya para petani.

Sehingga, tambahnya, harga yang ada saat ini terpaut Rp1.000 dari HET yang diinginkan petani. "Untuk menggeliatkan petani gula, kami harapkan HET di pasar bisa dinaikkan Rp1.000 per kilogram dari Rp12.500 per kg menjadi Rp13.500 per kg," katanya.

Bambang mengatakan rendahnya HET dan HPP sangat mempengaruhi semangat petani untuk menanam tebu. Akibatnya pemenuhuan kebutuhan gula nasional akan semakin sulit. "Kami melihat tantangan yang dihadapi pabrik gula saat ini adalah petani sekarang tidak terlalu berminat menanam tebu karena harganya terlalu kecil yakni Rp9.700 per kg HPPnya," ujarnya.

Menurutnya kenaikan harga sebesar Rp1.000 per kg tidak akan terlalu memberatkan masyarakat karena jumlah konsumsi gula berbeda dengan beras. Namun pada kenyataannya harga gula dan beras saat ini hampir sama.

"Saat Belanda dulu harga gula itu bisa 1,5 sampai dua kali lipat harga beras karena memang jumlah konsumsi gula lebih sedikit dibanding beras. Satu kilogram gula mungkin bisa untuk satu bulan, tapi beras butuh 10 kg untuk satu bulan," pungkasnya.


(ABD)