Masyarakat Diingatkan tidak Transaksi Bitcoin

   •    Sabtu, 02 Dec 2017 11:15 WIB
bitcoinojk
Masyarakat Diingatkan tidak Transaksi Bitcoin
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Satgas Waspada Investasi mengingatkan masyarakat agar tidak bertransaksi menggunakan mata uang virtual, seperti bitcoin. Sebabnya, selain melanggar ketentuan otoritas sistem pembayaran, mata uang virtual tersebut kerap memberikan iming-iming imbal hasil yang tidak masuk akal.

Menurut Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing, saat ini terdapat dua pelaku transaksi bitcoin.

Pertama, pelaku atau industri yang berdiri sebagai marketplace, yakni tempat bertemu antara pembeli dan penjual mata uang virtual tersebut.

"Kedua, pelaku atau industri yang menawarkan investasi di penjualan bitcoin" ujar dia.

Menurut Tongam, mata uang virtual untuk investasi berpotensi merugikan masyarakat lantaran perusahaan tersebut memberikan iming-iming bunga yang tidak masuk akal.

"Jika masyarakat ingin berinvestasi, lebih baik ke sektor produktif atau ke produk keuangan yang legal," ungkap dia di Jakarta, kemarin, seperti dikutip dari Antara.

Di sisi lain, lanjut dia, bukan berarti karakteristik pelaku pertama sebagai marketplace diperbolehkan. Sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang, satu-satunya alat tukar yang sah ialah mata uang rupiah.

Selain itu, lanjut Tongam, investasi bitcoin atau mata uang virtual lain tidak membawa keuntungan bagi negara.

"Investasi yang diharapkan itu untuk pembangunan di Indonesia. Fisiknya 'kan dia (bitcoin) tidak ada," ujar Tongam.

Saat ini, menurut Tongam, Satgas Waspada Investasi masih menganalisis beberapa perusahaan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Sementara itu, tantangan yang dihadapi satgas ialah banyak entitas yang tidak memiliki badan usaha dan kebanyakan situs bitcoin yang digunakan berasal dari luar negeri.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat menghadiri Pertemuan Tahunan Dana Moneter Indonesia (IMF) dan Bank Dunia 2017, di Washington DC, AS, beberapa waktu lalu juga menegaskan bitcoin bukanlah alat pembayaran yang sah untuk digunakan di Indonesia.

Kalaupun ada diskusi luas terkait dengan penggunaan bitcoin, Agus meminta masyarakat tidak lantas menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran dalam transaksi apa pun.

Menurut dia, uang yang tercipta di dunia maya itu tidak mendapatkan persetujuan dari BI dan baru dianggap sekadar sebagai inovasi. (Media Indonesia)

 


(AHL)