KAI: Operasi Kereta Bandara Jalan Kembali Usai Investigasi Selesai

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 08 Feb 2018 12:56 WIB
pt kaiUnderpass Bandara Soetta Longsor
KAI: Operasi Kereta Bandara Jalan Kembali Usai Investigasi Selesai
Ilustrasi kereta bandara. (FOTO: MI/Arya Manggala)

Jakarta: ‎PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan kepolisian masih melakukan investigasi longsornya perimeter selatan underpass kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin, 5 Februari 2018.

"Sekarang lagi kita teliti bersama polisi dan Waskita. Jadi bukan hanya kepolisian saja yang investigasi, kita dan Waskita juga melakukan investigasi. Setelah investigasi selesai, maka kereta bandara bisa jalan lagi," ujar Direktur KAI Didiek Hartantyo, ditemui di Gedung Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

Dia mengatakan KAI akan mengikuti semua instruksi dan hasil investigasi yang dilakukan kepolisian. "Kita akan mengikuti semua instruksi yang ada," tukas Didiek samb‎il masuk ke mobil pribadinya.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta Waskita Karya dan PT Kereta Api Indonesia mengevaluasi setiap proyek yang telah dikerjakannya.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang paska kejadian longsornya underpass Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 5 Februari 2018

Ahmad Bambang menduga ada tahapan yang terlewat dalam pengerjaan proyek underpass tersebut. Tahapan tersebut adalah pengecekan ulang ketika serah terima proyek sehingga menyebabkan terjadinya longsor.

"Kalau proyek itu sudah selesai diterima mustinya semuanya dicek. Ini yang kita akan tegaskan ulang. Masalah kualitas harus dicek ulang," kata Ahmad Bambang kepada Medcom.id belum lama ini.

Ia menilai ada dua pihak yang salah dalam kejadian ini, yakni pemegang proyek dan kontraktor di lapangan. Ia pun mengimbau pemegang proyek untuk lebih teliti lagi dalam mengevaluasi setiap proyek yang dikerjakan oleh kontraktor.

"Kalau bangun rumah kontraktor pasang seperti ini, apakah mau terima? Jadi ada dua hal, harusnya kontraktor ngikutin spek dan yang punya kerjaan itu memeriksa. Kalau lihat begini, salah dua-duanya. Ini tidak boleh terjadi lagi," kata Ahmad Bambang.

Peristiwa longsor underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten terjadi pada Senin, 5 Februari 2018, sore. Satu mobil tertimbun material longsor. 

Akibat kejadian itu satu karyawan GMF AeroAsia, Dianti Diah Cahyani Putri meninggal saat menjalani perawatan di RS Mayapada. Dianti dan kawannya Mukhmainnah terjebak di dalam mobil saat longsor terjadi. 

Dianti yang duduk di bangku kemudi dievakuasi sekira pukul 03.15 WIB. Setelah menjalani perawatan, dia meninggal pada 06.47 WIB. Sementara Mukhmainna masih dalam perawatan di RS Siloam.

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA