BCA Kenakan Biaya MDR Sesuai Aturan BI

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 07 Dec 2017 14:54 WIB
bca
BCA Kenakan Biaya MDR Sesuai Aturan BI
Direktur BCA Santoso. Medcom/Eko N.

Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan jika aturan biaya yang dikenakan dalam merchant discount rate (MDR) disesuaikan dengan aturan dari Bank Indonesia (BI). Hal ini juga sejalan dengan penerapan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang baru saja diresmikan bank sentral.

Direktur BCA Santoso mengatakan dampak dari penerapan GPN maka ada biaya yang diatur oleh BI. Dalam aturan BI transaksi on us atau menggunakan infrastruktur milik bank penerbit kartu maka akan dikenakan 0,15 persen. Sedangkan untuk transaksi off us atau menggunakan infrastruktur milik bank lain maka biaya yang dikenakan adalah satu persen.

"Semua bank akan sama terkena impact-nya. Karena setiap bank ada yang punya mesin dan punya kartu. Kalau yang punya mesin dia harus ikuti MDR yang dikenakan ke merchant," kata Santoso dalam media briefing di Jakarta Pusat, Kamis, 7 Desember 2017.

Dirinya menambahkan, dalam kebijakan yang dirilis oleh BI biaya tidak boleh nol persen demi kelangsungan perbankan. Sementara untuk transaksi off us dibedakan besarannya sesuai dengan jenis industri yang bersangkutan.

"Kebijakannya kalau on us tidak boleh tidak 0,15 persen itu berlaku semua sama. Kalau off us beda dikenakan MDR-nya diatur sedikit perbedaan berdasarkan jenis industri, ritel itu satu persen, pom bensin 0,5 persen, pendidikan 0,75 persen, kalau terlibat dalam program bansos atau goverment payment itu nol persen," jelas dia.

Dengan adanya GPN ini, setiap transaksi langsung diproses di dalam negeri tidak perlu ke luar negeri sebagaimana jika menggunakan principal seperti Visa. Namun biaya yang dikenakan kepada merchant merupakan dampak yang ditimbulkan, meski diakui Santoso biayanya akan lebih murah.

"Bagaimana ada kemandirian transaksi karena semua dilakukan di Indonesia. Bank banyak di Indonesia, merchantnya juga di Indonesia kenapa enggak kebijakan domestik inilah inisiatif GPN. Impact-nya ada lembaga di pasang yang harus saling terhubung bahkan pricing harus ada standar," pungkasnya.


(SAW)