Kepala Bekraf: Brand Indonesia Harus Kreatif

Kautsar Widya Prabowo    •    Jumat, 09 Mar 2018 20:19 WIB
ekonomi kreatif
Kepala Bekraf: <i>Brand</i> Indonesia Harus Kreatif
Kepala Bekraf Triawan Munaf. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

Jakarta: Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan produk-produk Indonesia harus memiliki brand tersendiri, terutama dalam hal inovasi dengan nilah tambah pada produknya.

Pasalnya banyak produk-produk dalam negeri masih berbentuk bahan mentah dan bukan barang jadi. Hal tersebut membuat pihak luar dapat mengolah bahan mentah tersebut dan dijual di Indonesia dengan harga yang lebih tinggi.

Seperti halnya biji kopi dengan harga paling mahal Rp300 ribu per kilogram (kg). Saat biji kopi diolah menjadi bubuk kopi dan dijual kembali di Indonesia, harganya justru melambung jauh.

Dia mencontohkan brand Starbucks yang menjual kopi di kisaran harga Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per cangkir.

"Kita jangan bahagia ekspor bahan mentah. Kelemahan kita tidak bisa bikin brand," ujar Triawan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Ia menambahkan, Indonesia masih mengandalkan produk ekspor mentah. Padahal produk ekspor tidak memiliki nilai tambah.

Selain itu, brand biskop XXI yang menjadi idola anak muda terbilang sukses membuat brand-nya berkembang, lantaran brand tersebut tidak memiliki gedung sendiri tapi dapat diterima di hati masyarakat karena dapat menghibur.


(AHL)