Hikmah di Balik Kontroversi Rockmelon

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 09 Mar 2018 13:11 WIB
berita kementan
Hikmah di Balik Kontroversi Rockmelon
Rockmelon (Foto:AFP)

Makassar: Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menyebutkan, ada hikmah di balik kontroversi rockmelon. Buah melon yang diimpor dari Australia dan Selandia Baru itu mengandung bakteri berbahaya yang berpotensi menyebabkan kematian, yaitu Listeria Monocytogenes.

"Hikmahnya adalah kami mengimbau kepada saudaraku sebangsa dan setanah air, mari kita konsumsi produk lokal," kata Amran, ditemui di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, usai melepas 6.600 ton jagung ke Filipina, Jumat, 9 Maret 2018.

Peraih gelar Doktor Ilmu Pertanian Unhas tahun 2008-2012 itu menyebutkan, kualitas buah melon produk petani lokal tak kalah dengan impor. Tak hanya itu, buah yang masuk ke dalam suku labu-labuan produksi dalam negeri juga lebih murah, sehat, dan segar.

"Kita sudah memproduksi melon sendiri dan mampu memenuhi kebutuhan melon nasional," ucap ayah empat anak tersebut.

Seperti diketahui, produk rockmelon mulai ditarik dari pasaran di Australia pada 28 Februari 2018.  Hal itu ditempuh setelah empat orang tewas usai mengonsumsi buah melon yang memiliki ciri fisik daging berwarna oranye merah. Diduga, rockmelon tersebut terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes.

Tak tinggal diam, Amran pun melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya memerintahkan Badan Karantina untuk mengawasi peredaran rockmelon di Indonesia.

"Kita tegas, Permentan kami keluarkan. Kami tugaskan karantina se-Indonesia untuk mengecek," ujar Amran.


(ROS)