Dirut BTN Sebut Biaya Isi Ulang E-Money Bisa Digratiskan

Eko Nordiansyah    •    Senin, 18 Sep 2017 11:21 WIB
btnemoney
Dirut BTN Sebut Biaya Isi Ulang E-Money Bisa Digratiskan
Direktur Utama BTN Maryono (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) berencana menetapkan aturan biaya isi ulang (top up) uang elektronik (e-money). Belum juga dikeluarkan tapi aturan ini sepertinya akan banyak ditentang oleh masyarakat karena dianggap tak perlu ada biaya dalam memindahkan uang ke e-money.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Maryono menyebut, biaya isi ulang sebenarnya bisa digratiskan. "Saya punya ide fee top up itu bisa dibebaskan," kata dia, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Senin 18 September 2017.

Dirinya menambahkan, pembebasan biaya isi ulang ini bisa diberikan kepada nasabah empat bank yang tergabung dalam Himbunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun ide ini, lanjut dia, masih dalam tahap kajian.

"Itu ide saya tapi saat ini sedang dikaji. Hal itu bisa saja karena nasabah bank Himbara dananya sudah mengendap sehingga bank tidak perlu memungut kecuali bukan nasbah Himbara," jelas dia.

Sebelumnya sejumlah bankir menyatakan jika biaya isi ulang akan digunakan oleh bank untuk perawatan infrastruktur milik bank. Selain itu, adanya biaya tersebut akan memperbanyak kemampuan bank dalam menyediakan infrastruktur e-money yang lebih banyak.

"Kenapa otoritas mengizinkan bank untuk menarik biaya isi ulang ini sebagai insentif kepada perbankan sehingga dapat memperbanyak infrastruktur pembayaran uang," ujar Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto.

Tak hanya itu, pengenaan biaya isi ulang ini juga dinilai tidak sebanding dengan investasi dan pemeliharaan oleh bank terhadap alat reader di gerbang tol. Apalagi upaya tersebut sejalan dengan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh BI.


(ABD)