Mangkrak, 5 Proyek Prioritas Nasional Ditinjau Ulang

Desi Angriani    •    Rabu, 17 May 2017 15:56 WIB
bappenasproyek strategis nasional
Mangkrak, 5 Proyek Prioritas Nasional Ditinjau Ulang
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) akan meninjau ulang sejumlah proyek pembangunan infrastruktur. Dari 30 proyek prioritas nasional, lima di antaranya mangkrak atau jalan di tempat.

"Kalau prioritas itu cuma 12 proyek baru konstruksi dan belum ada yang selesai. Satu proyek transaksi. 12 lagi penyiapan. Lima ditinjau ulang kenapa karena enggak ada progress-nya," ujar Asisten Deputi Perumahan, Pertanahan, dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bastary Pandji Indra, di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Meski lima proyek ditinjau ulang, pemerintah tetap berencana menambah jumlah proyek prioritas menjadi 35 dari total 30 proyek. Salah satunya proyek tol Central Java yang dianggap penting untuk dikebut pemerintah.

Baca: Menilik Program 10 Prioritas Nasional & 30 Program di 2018

"Central Java toll road saja kapan selesainya? 3-4 tahun lagi. Yang prioritas itu pemerintah mikir mau tambah jadi 35 dari 30. Kalau proyek prioritas 2019 sudah operasi. Kalau strategis itu harusnya 2018 sudah konstruksi," ungkap dia.

Selain masalah pendanaan, menurut Bastary, terdapat hambatan-hambatan lain yang ditemui pemerintah untuk membangun proyek strategis nasional. Hambatan terbesar mengenai jaminan dan pembebasan lahan yang mencapai 44 persen dari seluruh permasalahan pembangunan proyek strategis nasional yang ada.

"Solusinya harus dicari alternarif, pembiayaan yang bisa dikombinasikan. Kedua masalah guarantee. Dan masalah pembebasan lahan," tambah dia.

Baca: Daftar Proyek Prioritas Nasional dalam RKP 2018

Adapun dari 225 proyek strategis nasional, 20 proyek telah rampung, 94 proyek dalam tahap konstruksi, 13 proyek dalam tahap transaksi, 82 proyek dalam tahap penyiapan dan 16 proyek dikeluarkan.

Sementara itu, untuk 179 proyek lain serta proyek listrik 35 ribu megawatt (mw), pendanaannya mencapai Rp2.976 triliun, terdiri atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp347 triliun, BUMN/BUMD Rp811 triliun, dan swasta Rp1.817 triliun.

"20 selesai, 94 konstruksi, 13 transaksi, 16 dikeluarkan. Kalau dia strategis akan dapat fasilitas dari LMAN. Pokoknya LMAN itu nurut apa kata KPPIP," tandasnya.


(AHL)