Bangun Embung untuk Swasembada Pangan

   •    Kamis, 18 May 2017 09:42 WIB
swasembada pangan
Bangun Embung untuk Swasembada Pangan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bogor: Pemerintah berencana membangun puluhan ribu embung guna mengairi jutaan hektare (ha) lahan pertanian di seluruh Indonesia.

Targetnya ada 30 ribu embung di seluruh Indonesia hingga 2019. Saat ini pembangunan sudah dimulai dan targetnya hingga akhir 2017 sebanyak 10 ribu embung telah dibuat.

"Proses pembangunan sudah dimulai untuk 10 ribu embung yang akan mengairi 1,5 juta ha lahan pertanian. Akhir tahun, target ini insya Allah tercapai," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seusai memimpin rapat koordinasi implementasi embung dan bangunan air, serta evaluasi perkembangannya di Balitbang Hortikultura, Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 17 Mei 2017.

Rapat berlangsung secara tertutup diikuti perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Baca: Jokowi Minta 3 Menteri Bangun 30 Ribu Embung Tahun Ini

Sebelumnya pada 6 April 2017, Mentan juga menggelar rapat koordinasi implementasi embung dan bangunan air lainnya yang merupakan proyek multiyear melibatkan sejumlah kementerian. Embung dan bangunan air lainnya merupakan strategi Kementan dalam rangka mendorong peningkatan produksi pertanian, terutama di lahan pertanian tadah hujan.

Embung adalah cekungan penampung (retention basin) air yang digunakan untuk mengatur dan menampung suplai aliran air hujan serta untuk meningkatkan kualitas air di badan air yang terkait (sungai, danau). Embung digunakan untuk menjaga kualitas air tanah, mencegah banjir, estetika, hingga pengairan.

Menurutnya, jika embung bisa mengairi jutaan ha lahan pertanian, produksi akan meningkat dan dapat menciptakan swasembada terutama beras, jagung, dan bawang merah. Rencananya ada 30 ribu embung dan bangunan air yang akan dibangun bertahap melalui kerja sama tiga kementerian, yang dimulai di 2017 dengan anggaran sekitar Rp22 triliun.

Nantinya, lanjut Amran, dengan banyaknya embung, semua aktivitas ekonomi akan bergerak, termasuk peternakan dan pariwisata. "Di sana bisa ada ikan, bebek, ayam, semua bisa bergerak. Padi tumbuh, sayur tumbuh. Secara otomatis pendapatan petani meningkat." (Media Indonesia)


(AHL)