Demo Nelayan, Jangan Habisi Energi soal Cantrang

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 11 Jul 2017 13:17 WIB
cantrang
Demo Nelayan, Jangan Habisi Energi soal Cantrang
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ribuan nelayan berdemo di depan Istana Negara menolak kebijakan pengelolaan cantrang yang dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti.

Namun, Susi tidak mengambil pusing tentang aksi tersebut. Ia mengutip pesan Presiden Joko Widodo, "jangan menghabiskan energi soal cantrang."

"Kan itu tiap tahun ada (demo). Dan, Presiden sudah bilang jangan habiskan energi untuk cantrang," kata Susi usai Rakornas Satgas Illegal Fishing, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 11 Juli 2017.

Susi menjelaskan, selama ini sudah banyak program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang memberikan dampak baik bagi nelayan. Namun hal tersebut tidak dihiraukan oleh masyarakat, khususnya nelayan.

Ia menyebut salah satu programnya adalah terkait dengan budidaya. Saat pemerintahan Jokowi, ia menaikkan anggaran budidaya dari semula hanya Rp300 miliar menjadi Rp1 triliun. Lalu pemerintah juga mengadakan bantuan sistem budidaya dengan memanfaatkan bakteri pembentuk flok (bioflok) di pesantren-pesantren.




"Ya budidaya kita kan anggarannya dari sebelum saya jadi menteri hanya Rp300 miliar sekarang Rp1 triliun," sebut dia.

Pemilik Maskapai Susi Air ini juga menambahkan pada masa kepemimpinannya daya saing bisnis, nilai tukar nelayan, dan nilai tukar usaha perikanan juga mengalami peningkatan. Tetapi semua itu tidak mendapat respon yang cukup bagus.

"Pemerintahan Jokowi berhasil meningkatkan konsumsi ikan 7 kilogram, kita mau naikkan lagi 3 kg tanpa menaikkan impor. Itu kan prestasi pemerintah," imbuh dia.

Lalu, terkait penolakan cantrang sebagai alat menangkap ikan, Susi menegaskan penggunaan cantrang masih diperbolehkan hingga akhir 2017. Tetapi setelah itu sesuai dengan pengakuan para nelayanan di depan Presiden akan menggunakan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

"Kan sudah diperpanjang sampai akhir 2017. Kan mereka waktu pengakuan di depan presiden mereka bilang punya purse sein," tutup dia.

 


(AHL)