BI Sebut Adanya Perlambatan Konsumsi di Kuartal I-2017

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 20 Apr 2017 20:17 WIB
bank indonesia
BI Sebut Adanya Perlambatan Konsumsi di Kuartal I-2017
BI MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut adanya indikasi perlambatan tingkat konsumsi di awal tahun ini. Penurunan proyeksi konsumsi ini nantinya dikhawatirkan akan mempengaruhi perlambatan ekonomi pada kuartal I-2017.

"Kalau dibandingkan kuartal IV-2016 itu masih sama atau sedikit menjngkat. Tapi dibandingkan perkiraan awal tahun itu bisa sedikit lebih rendah. Tapi kita tunggu angka resmi dari BPS," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 20 April 2017.

Dirinya menambahkan, survei BI menunjukan adanya penurunan terhadap penjualan ritel di beberapa ritel modern hingga penjualan motor. Meski begitu, penjualan semen pada awal tahun ini menunjukkan peningkatan.

"Beberapa ritel modern mengarah ke angka sedikit melemah di kuartal I-2017. Kita masih melihat beberapa indikator lainnya misal penjualan semen yang menunjukan investasi dan konsumsi itu naik. Tren kepda pelemahan itu mungkin ada," jelas dia.

BI memperkirakan tingkat konsumsi di kuartal I-2017 hanya mencapai 4,9 persen dari sebelumnya di kuartal IV-2016 sekira lima persen. Pencapaian ini, kata dia, menurun jika dibandingkan proyeksi yang sebelumnya ditetapkan oleh bank sentral.

Meski begitu, dirinya optimistis jika tingkat konsumsi akan lebih baik seiring dengan perbaikan harga komoditas. Dengan perbaikan itu maka pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal selanjutnya diperkirakan lebih baik lagi.

"Tapi trennya seharusnya membaik semenjak komoditas mulai naik di akhir 2016. Kita hanya menunggu saatnya dampak dari harga komoditas itu tersalur ke konsumsi. Sekarang sudah terlihat di investasi ya," pungkasnya.



(SAW)