Kredit Macet, Bank DKI Ambil Alih Aset Idee Murni Pratama

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 10 Aug 2017 17:54 WIB
bank dki
Kredit Macet, Bank DKI Ambil Alih Aset Idee Murni Pratama
Ilustrasi Bank DKI. (FOTO: MI/Tri Handiyatno)

Metrotvnews.com, Jakarta: Juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Rabu 9 Agustus 2017 mengeksekusi agunan PT Idee Murni Pratama yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol No 44 Menteng, Jakarta Pusat.

Eksekusi tersebut dilakukan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait Eksekusi Pengosongan No.92/2016 yang diterbitkan pada 20 Juni 2016.

"Eksekusi ini dilakukan untuk membayar kredit macet yang selama ini tidak dibayar oleh debitur PT Idee Murni Pratama. Agunan tersebut dijaminkan dengan sah sesuai dengan akta perjanjian kredit dan telah diikat sesuai dengan ketentuan yang bberlaku" kata Corporate Secretary Bank DKI, Zulfarshah dalam keterangan tertulis yang diterima media, Kamis 10 Agustus 2017.

Dia mengatakan, PT Idee Murni Pratama telah berhutang kepada PT Bank DKI sejak 2013 dan tidak membayar utangnya sesuai dengan perjanjian yang disepakati sehingga menjadi kredit macet di Bank DKI. "‎PT Idee Murni Pratama tidak memiliki itikad baik untuk membayar kewajiban utangnya," jelas Zulfarshah.

Sebagai bank yang sahamnya dimiliki oleh Pemprov DKI, dia meminta manajemen PT Idee Murni Pratama untuk menghormati keputusan pengadilan dan mengosongkan agunan yang dijadikan sebagai jaminan utangnya.

Reputasi PT Idee Murni Pratama sebagai kontraktor memang kurang baik. Misalnya Pemprov DKI Jakarta Oktober tahun lalu sempat memutus kontrak PT Idee Murni Pratama yang saat itu mengerjakan proyek Rusun Jatinegara Kaum dan Rusun Pinus Elok. Pasalnya Dinas Binamarga Bogor ternyata sudah memasukan kontraktor itu ke dalam daftar hitam dan mereka diberi sanksi dua tahun sejak Maret 2016 hingga Maret 2018.

Proses eksekusi asset PT Idee Murni Pratama sendiri berlangsung mulus. Meski dihalang halangi sekelompok orang tak dikenal, namun Polisi bisa bertindak tegas sehingga sita aset agunan PT Idee Murni Pratama sesuai penetapan PN Jakarta Pusat bisa dilaksanakan.

‎Penyaluran kredit Bank DKI mulai menunjukkan pertumbuhan dari Rp24,87 triliun per Desember 2016 menjadi Rp25,52 triliun per Juni 2017. ‎Perbaikan proses kredit untuk memastikan penyaluran kredit baru dilakukan secara prudent. Hal itu berdampak banyak bagi rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan, dari posisi 7,77 persen di Juni 2016 menjadi 4,73 persen di per Juni 2017.


(AHL)