BNI Incar Pengembangan Kawasan di Sekitar Stasiun BNI City

Eko Nordiansyah    •    Senin, 08 Jan 2018 19:25 WIB
bni
BNI Incar Pengembangan Kawasan di Sekitar Stasiun BNI City
BNI. ANT/Prasetyo Utomo.

Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengincar pengembangan kawasan di sekitar stasiun BNI City. Pasalnya kawasan di Dukuh Atas tersebut akan dibangun hunian terintegrasi yaitu transit oriented development (TOD).

"Ini nantinya akan jadi kawasan TOD dan juga upaya kami mendukung program pemerintah, di samping ada unsur branding di sini dan memudahkan," kata Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank BNI di Stasiun BNI City, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin, 8 Januari 2018.

Dirinya menambahkan lokasi kantor pusat BNI yang berdekatan menjadi alasan BNI tepat menjadi mitra kerja sama. Apalagi perseroan juga mendapatkan Hak Penggunaan Nama (Naming Right) yaitu Stasiun BNI City yang sebelumnya diberi nama Sudirman Baru dari PT Railink.

"Intinya, karena kami tetangga terdekat daripada stasiun ini, tentunya kami ingin mengoptimalkan kontribusi dalam mengembangkannya. Yang penting dinikmati dulu saja fasilitasnya, ada kantor untuk melayani kebutuhan penumpang," jelas dia.

Sebelumnya, BNI telah memberikan dukungan antara lain adalah melalui Sindikasi Pembiayaan project KA Bandara Soetta bersama dengan tiga bank lainnya. BNI menyalurkan porsi pembiayaan sebesar Rp515,27 miliar atau 25 persen dari total kredit sindikasi kepada PT KAI dan PT Railink.

Kredit sindikasi ini terdiri atas fasilitas kredit investasi kepada PT KAI sebesar Rp362,27 miliar dan fasilitas kredit investasi kepada PT Railink sebesar Rp153 miliar. Kredit sindikasi tersebut menambah catatan dukungan BNI terhadap Kelompok Usaha PT KAI dengan total pembiayaan yang disiapkan BNI untuk pengembangan kelompok usaha PT KAI sekitar Rp7,843 triliun.

Pembiayaan yang disiapkan tersebut termasuk untuk pembiayaan sindikasi LRT sebesar Rp2,78 triliun; Kredit Investasi Sindikasi untuk pengadaan gerbong & lokomotif, Kredit Investasi Sindikasi Proyek Prasarana KA Basoetta; Kredit Investasi Sindikasi untuk PT Kereta Commuter Indonesia; dan Kredit Investasi Sindikasi untuk PT Railink.


(SAW)