Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Baru 6%

Desi Angriani    •    Rabu, 21 Feb 2018 17:04 WIB
ekonomi digital
Sri Mulyani Sebut Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Baru 6%
Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia termasuk sektor perdagangan elektronik atau e-commerce baru mencapai enam persen. Angka tersebut berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi digital negara tetangga. 

"Produk Domestik Bruto kita yang berhubungan dengan e-commerce dan digital ekonomi nilainya masih sekitar enam persen atau low base," kata Ani sapaannya dalam acara Quo Vadis Ekonomi Digital Indonesia di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018. 

Namun demikian, Indonesia berpotensi memiliki pertumbuhan ekonomi digital yang tinggi lantaran populasi pengguna internetnya menjangkau 51,8 persen. Hal ini dipercaya dapat mendorong perkembangan startup, selain adanya peningkatan permintaan produk digital. "Akses teknologi telekomunikasi smartphone melalui media sosial dan melakukan kegiatan jual beli speed mulai meningkat," tuturnya. 

Selain itu, bonus demografi Indonesia menjadi peluang dan kesempatan dalam mengembangkan ekonomi digital tujuh tahun ke depan. Pada 2030 sebanyak 135 juta penduduk Indonesia diperkirakan memiliki penghasilan bersih di atas USD3.600 sebagai konsumen digital. "Maka Indonesia dianggap berpotensi baik pasar digital," imbuh dia. 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menambahkan 78 persen pengguna internet sudah pernah melakukan belanja online. Dia meramal konsumsi masyarakat di sektor perdagangan elektronik dapat menyumbang USD35 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, kenaikan penggunaan data seluler sebesar dua kali lipat juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5 persen. 

"Estimasinya menambah PDB sebesar USD35 miliar," ungkap Bambang.



(SAW)