Darmin Ramalkan Inflasi Akhir Tahun 3,1%

Suci Sedya Utami    •    Senin, 04 Dec 2017 19:50 WIB
inflasi
Darmin Ramalkan Inflasi Akhir Tahun 3,1%
Illustrasi. MI/PANCA SYURKANI.

Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution meramalkan inflasi pada akhir 2017  sebesar 3,1 persen secara tahunan (yoy). Angka tersebut naik tipis dari inflasi tahun lalu yang sebesar 3,02 persen (yoy).

"Jika dilihat, Oktober 2017 kan hanya 2,67 persen, kalau tambah 0,2 persen di November 2017 masih 2,8 persen atau 2,9 persen tambah nanti satu bulan lagi ya sekitar 3,1 persen," ujar Darmin di Function Room Gedung Bank Indonesia,  Jakarta,  Senin 4 Desember 2017.

Menurutnya pemerintah harus tetap mewaspadai potensi tekanan inflasi dari kelompok volatile foods atau bahan pangan meski inflasi cenderung mengalami menurun sepanjang tahun. Sebab akan banyak permintaan pangan di akhir tahun,  khususnya selama perayaan Natal dan tahun baru.

"Hal yang kami tidak tahu pada musim ini, apakah ada tekanan volatile food, sebetulnya sih cuaca tidak jelek, tapi juga ada soal hama," imbuh dia.

Darmin menambahkan dengan perkiraan inflasi 3,1 persen di akhir tahun, pertumbuhan ekonomi diprediksi 5,1 persen di akhir 2017.

"Pertumbuhan ekonomi karena bulan lalu 5,06 persen ya paling 5.1 persen sepanjang tahun enggak akan lebih, susah. Malah mungkin 5.08 persen atau 5.09 persen tapi ya 5.1 persen lah kalau dibulatkan," tutup mantan Gubernur BI ini.

Sebelumnya Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di November 2017 sebesar 130,35 dan mengalami inflasi 0,20 persen. Inflasi tahun kalender tercatat 2,87 persen dan inflasi tahun ke tahun 3,30 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2017, antara lain: cabai merah, beras, bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, mie, rokok kretek filter dan bensin. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain: apel, jeruk, tomat buah, dan bawang putih.

 


(SAW)