Holding BUMN Perkuat Kapasitas Jadi Bank Terbesar di Asia

Angga Bratadharma    •    Kamis, 22 Sep 2016 16:32 WIB
holding bumn
<i>Holding</i> BUMN Perkuat Kapasitas Jadi Bank Terbesar di Asia
Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Rafas. (FOTO: MTVN/Angga Bratadharma)

Metrotvnews.com, Belitung: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri menyambut baik rencana pembentukan holding bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan, disinyalir pembentukan holding ini mampu memperbesar kekuatan menjadi salah satu bank terbesar di Asia.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Rafas mengatakan, dengan Bank Mandiri, BNI, BRI, dan lembaga keuangan lainnya berada pada satu holding maka memungkinkan untuk terciptanya efisiensi yang cukup besar. Tentu hal semacam ini menjadi penting dalam rangka meningkatkan daya saing di masa mendatang.

"Saya sampaikan kalau ada holding, contoh, Pertamina holding dengan PGN maka akan lebih besar dari Petronas. Mandiri dibuatkan holding dan bergabung dengan BNI, BRI, dan lainnya maka besarnya hampir mirip dengan DBS, bank terbesar di Asia," kata Rohan, dalam Media Training Bank Mandiri 2016, di Belitung, Kamis (22/9/2016).

Adapun keuntungan dari holding BUMN, misalnya, Rohan memberi contoh, soal komoditas karet maka pemasarannya tidak perlu satu-satu karena bisa diakomodasi oleh holding tersebut. Sedangkan mengenai pembelian pupuk maka bisa saja lebih efisien. Selain itu, kondisi ini bisa menciptakan daya saing.

"Sangat efisien. Misal beli pupuk, kan belinya sekaligus dan bisa mendapat diskon. Kurang lebihnya ya. Daya saing akan bertambah tentunya," tegas Rohan.

Pada sisi lain, lanjut Rohan, kartu debet yang dikeluarkan Bank Mandiri memiliki logo Visa. Sedangkan masyarakat yang memiliki kartu ATM tersebut bisa menggunakan sebagai transaksi dalam bentuk kartu debet. Perlu diketahui, ketika seseorang bertransaksi maka ada fee yang dinikmati oleh perusahaan asing.

"Kartu debet ada logo Visa. Kalau kita suka pakai untuk belanja, ATM kan bisa debet, kalau belanja di Matahari itu uangnya tidak pindah ke Matahari langsung, tapi ke Amerika Serikat dulu," tutur Rohan.

Setelah dari AS, lanjut Rohan, maka uang tersebut baru masuk ke rekening Matahari. Artinya, seseorang yang menggunakan kartu debet dalam berbelanja secara tidak langsung telah memberikan kenikmatan berupa fee kepada perusahaan Visa.

"Lewat Visa itu dipungut fee. Berapa triliun dana orang Indonesia dalam sehari yang dinikmati oleh mereka tanpa ngapa-ngapain. Artinya, Matahari di Indonesia, bank Mandiri di Indonesia dan orangnya di Indonesia, tapi ada fee yang keluar ke AS. Itu kenyataanya. Itu juga jadi salah satu tujuan holding," tegas Rohan.

Untuk menyelesaikan persoalan dimaksud, masih kata Rohan, maka di dalam negeri Himbara berencana untuk membentuk semacam Visa tapi dengan versi Indonesia. Dalam hal ini, Himbara berkomitmen untuk menekan fee yang keluar dari Tanah Air dan berharap uang dimaksud bisa dinikmati di dalam negeri.

"Dalam negeri kita buat Visa sendiri. Nanti jadi Visa milik Himbara. Jadi, nanti dari seseorang belanja lewat Matahari maka dananya di Bank Mandiri langsung ke Matahari, tidak lagi ke AS. Penghematannya tentu sangat luar biasa," pungkasnya.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA