Investor Properti Tertarik Kembangkan Pariwisata di Batam

Arif Wicaksono    •    Minggu, 19 Jun 2016 15:04 WIB
investasi properti
Investor Properti Tertarik Kembangkan Pariwisata di Batam
proyek sinar mas land di batam doK : sinar mas

Metrotvnews.com, Jakarta: Batam menjadi tempat menarik bagi sejumlah investor, dengan perkembangan properti kelas atas yang menjajaki pulau itu. salah satu perusahaan yang akan memasuki wilayah industri tersebut adalah Tuang Sing, yang  mengumumkan akan mengembangkan perkotaan mixed di Marina City, Batam dengan luas 85 hektare (ha). 

Perkembangan penginapan itu akan terdiri dari 2.000 apartemen, hotel, juga zona ritel dan entertaiment. Tuang Sing tertarik membuat Batam menjadi tempat meeting, incentive, konferensi, dan eksibisi. Pengumuman pengembang itu diikuti dengan pengembang lainnya di Batam. 

Proyek yang paling beken adalah proyek Meisterstadt yang diluncurkan awal tahun oleh perusahaan milik mantan presiden B.J Habibie. Proyek seluas sembilan ha ini akan terdiri dari 11 menara dari apartemen mewah, perkantoran, ruang hotal dan rumah sakit. 

Sinarmas Land akan meluncurkan 150 sampai dengan 200 apartemen dan perumahan tapak pada akhir tahun ini dalam proyek Nuvasa Bay Project seluas 228 ha. Studio dan satu tempat tidur apartement dengan pandangan ke lapangan golf akan dihargai USD40.000. Sinarmas Land akan mengucurkan Rp4 triliun selama beberapa waktu ke depan untuk mengembangkan Nuvasa Bay. 

Managing Director dari perusahaan konsultan Chesterton Singapore Donald Han mengatakan bahwa banyak investor yang tertarik berinvestasi di Batam. 

"Salah satu alasan utama adalah presiden Indonesia kelihatan memberikan pembenahan hukum tanah bagi investor asing," ujar dia dikutip dari Strait Times, Minggu (19/6/2016). 

Dia menambahkan bahwa pengembang kelihatan menawarkan kepada pembeli bahwa batam akan menjadi lebih ramai dan hidup dan menarik banyak turis, berlawanan dengan persepsi awam bahwa Batam merupakan wilayah industri. Dia memperingatkan bahwa pembeli asal singapura tak akan sekadar membeli.

"Akan selalu ada investor pertama, tetapi investor singapura menurun, mereka akan lebih tertarik jika isu pembebasan lahan menjadi perhatian," jelasnya. 

Dia mengatakan ruang untuk pembeli pertama sangat terbatas jika mengacu kepada wilayah Iskandar di Malaysia yang ia jelaskan sebagai tempat "sunyi" dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini karena warga singapura dapat ke iskandar kapan pun tak seperti batam, ketika mereka harus menyesuaikan dengan jadwal kapal ferry. 

Investasi asing di Batam pada kuartal pertama tahun ini naik 93 persen dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD204 juta dengan mencapai USD529 juta. Singapura merupakan investor utama dengan mencapai hampir setengah dari total jumlah tersebut. 

Wakil Ketua otoritas zona ekonomi Batam Purba Robert Sianipar, mengatakan bahwa pemerintah indonesia memiliki rencana untuk mengganti status batam dari perdagangan bebas menjadi zona ekonomi meskipun memiliki waktu untuk melakukanya. 

"Aturan baru mengenai investasi di Batam terkait dengan membuat proses perizinan lebih cepat, akan selesai dalam tiga jam. Mudah-mudahan, itu dapat dilaksanakan sebelum akhir tahun ini," pungkasnya. 


(SAW)