KBRI Singapura Boyong 63 Pelaku Usaha di TEI 2016

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 13 Oct 2016 15:29 WIB
trade expo indonesia
KBRI Singapura Boyong 63 Pelaku Usaha di TEI 2016
Presiden Joko Widodo saat membuka Trade Expo Indonesia 2016. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura mengajak 63 buyer atau pelaku usaha asal Singapura untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) pada 12-16 Oktober 2016. Para pelaku usaha ini bergerak di bidang food and beverages, tekstil dan garmen, furnitur, rempah-rempah, manufaktur, dan beberapa produk lainnya.

"Kehadiran 63 pelaku usaha ini diharapkan mampu menggenjot ekspor produk-produk Indonesia ke Singapura sebagai bagian dari Diplomasi Ekonomi RI, sekaligus memanfaatkan pasar ASEAN melalui Singapura," tutur Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, seperti dikutip dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Baca: Trade Expo Indonesia Diharap Ciptakan Bisnis Jangka Panjang

Menurut Ngurah, dari 63 buyer asal Singapura, beberapa juga telah mengageni penjualan produk asal Indonesia dan akan memperluas aneka produk lainnya, khususnya untuk produk makanan dan minuman untuk dipasarkan di Singapura dan negara tetangga ASEAN lainnya.

Dalam jamuan makan malam bersama untuk memfasilitasi para buyer, Dubes Ngurah Swajaya dan jajaran staf KBRI menyampaikan komitmen untuk terus memfasilitasi para importir guna meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

Baca: Bawa Banyak Pengusaha, Delegasi TEI Malaysia Raih Penghargaan Primaduta

"Beberapa importir bahkan merupakan perusahaan yang mendatangkan sekitar 90 persen dari total produk impor asal Indonesia selama lebih dari satu dekade," tambah dia.

Dalam kesempatan menghadiri TEI, Dubes RI Ngurah Swajaya juga melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan RI dan Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani untuk terus mengupayakan peningkatan kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura, khususnya dalam bidang perdagangan, investasi dan pariwisata.

Cetak transaksi dagang USD24 juta

Salah satu hasil konkrit transaksi dagang pada hari pertama TEI oleh KBRI Singapura sebesar USD2,4 juta, yaitu penandatangan buying commitment Memorandum of Understanding (MoU) antara Scanteak Singapore dengan dua perusahaan furnitur asal Jawa Tengah PT. Jawi Antik Indonesia dan CV Roda Jati.




Diharapkan beberapa transaksi dagang akan turut dilakukan oleh peserta Singapura hingga hari terakhir TEI. Transaksi sebesar USD2,4 juta di hari pertama merupakan peningkatan yang cukup tajam dibandingkan USD150 ribu pada TEI 2015.

Pada tahun ini tiga perusahaan asal Singapura juga menerima Primaduta Award, karena berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional, ketiga perusahaan tersebut adalah, Scanteak Singapore (furnitur), Nomanbhoy (Spice and Herbs), dan SA.Shahab (Plywood dan building materials).

Ketiga perusahaan dimaksud tidak hanya menunjukkan kinerja peningkatan ekspor setiap tahunnya, namun juga membantu menembus pasar di luar Singapura dengan memanfaatkan Singapura sebagai hubperdagangan internasional. Sebagai contoh, SA Shahab melakukan importasi rata-rata USD200 juta-USD300 juta setiap tahun untuk pasar Singapura dan Timur Tengah.


(AHL)