Lanskap Bisnis Berubah, Bersiaplah Hadapi Tantangan Baru Ini

M Studio    •    Kamis, 22 Dec 2016 00:00 WIB
berita bca
Lanskap Bisnis Berubah, Bersiaplah Hadapi Tantangan Baru Ini
Seiring perkembangan zaman dan teknologi, lanskap industri dan bisnis pun mengalami perubahan (Foto:Dok.BCA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seiring perkembangan zaman dan teknologi, lanskap industri dan bisnis pun mengalami perubahan. Hal tersebut menuntut para pemasar harus siap menghadapi perubahan yang terjadi.

Ke depan, akan muncul tantangan dan realitas baru yang perlu ditangani. CEO dan Chairman MarkPlus, Inc Hermawan Kartajaya mengatakan, ada lima realitas baru yang memunculkan ketidakpastian.

Pertama, munculnya teknologi-teknologi yang bersifat disruptive dan ini memengaruhi warisan dari paham-paham sebelumnya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah teknologi cetak 3D.

Teknologi ini bisa menciptakan produk lintas ruang, bahkan dunia. Misalnya, dibuat di negara A kemudian dicetak di negara C. Tentu hal ini akan memengaruhi industri.

Selain itu, robot makin menggantikan peran-peran kerja yang selama ini dikerjakan manusia. Kedua, dari sisi ekonomi, banyak negara-negara saat ini melakukan proteksionisme.

Misalnya fenomena Tiongkok yang secara terang-terangan melakukannya. Belum lagi negara-negara di Eropa. Ketiga, dari sisi pasar, muncul tren glocal yang menghubungkan global dan lokal.

Banyak perusahaan melalukan globalisasi produk sekaligus melakukan kustomisasi di tingkat lokal.

“Jepang salah satunya dan ini nampak dalam bisnis otomotif Toyota yang mana menciptakan produk kijang dengan kustomisasi di pasar Indonesia,” kata Hermawan. Keempat, dari sisi legal politik, muncul tren populisme.

Hermawan bilang, apa pun sistem politik dan ideologinya, kalau tidak bisa merebut hati rakyat juga akan tetap ditinggalkan. Contohnya, populisme Presiden Duterte dan Donald Trump.

Namun, Hermawan mengatakan bahwa populisme bisa negatif maupun positif. Terakhir, dari sisi sosio-kultur. Hermawan bilang, semangat seniman yang kreatif harus mulai diadopsi oleh para pelaku industri mana pun.

Sumber: Smart-money.co


(ROS)