Asosiasi Sediakan Sarana Mediasi Korban Fintech

Theofilus Ifan Sucipto    •    Jumat, 14 Dec 2018 16:08 WIB
ojkfintech
Asosiasi Sediakan Sarana Mediasi Korban <i>Fintech</i>
Wakil Ketua Umum AFPBI Sunu Widyatmoko. (FOTO: Medcom.id/Theofilus Ifan)

Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPBI) menyediakan sarana mediasi bagi pengguna financial technology (fintech) yang merasa dirugikan. Namun, fintech yang dimaksud harus legal, yaitu terdaftar di AFPBI.

Wakil Ketua Umum AFPBI Sunu Widyatmoko mengaku siap membantu pengguna fintech legal dengan cara mediasi.

"Kepada mereka yang melapor pada LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Jakarta, namun sampai sekarang belum tertangani, silakan datang ke AFPBI," ujar Sunu di kantor OJK Wisma Mulia 2, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Desember 2018.

Sunu menambahkan sarana ini merupakan wujud niat baik AFPBI untuk membangun industri fintech yang kuat dan sehat.

CEO Dompet Kilat ini menambahkan, dirinya akan memberi solusi-solusi yang bisa diajukan pada korban, seperti menjadwal ulang masa pinjaman dan pengurangan denda serta bunga.

Sunu mengkritisi LBH Jakarta yang dinilai mencampuradukkan masalah fintech legal dan ilegal. Untuk itu ia menegaskan AFPBI akan membantu memediasi korban, selama perusahaan fintech tersebut legal.

"Kalau pengguna menjadi korban dari fintech legal, datang ke kami, tunjukkan bukti, dan selesaikan. Pasti selesai," beber Sunu.

LBH Jakarta sebelumnya mendapat 1.330 aduan korban aplikasi pinjaman daring selama periode 4-25 November 2018. Namun sampai saat ini LBH Jakarta dan OJK belum menemukan titik temu dalam menyelesaikan masalah tersebut.

 


(AHL)