Gelagat INACA Jadi Bukti Kuat Penyelidikan KPPU

Ilham wibowo    •    Senin, 04 Feb 2019 20:09 WIB
bisnis maskapaikppu
Gelagat INACA Jadi Bukti Kuat Penyelidikan KPPU
Citilink. MI/ARYA MANGGALA.

Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meyakini telah terjadi dugaan praktik kartel pada penentuan tarif tiket pesawat. Tahap penyelidikan kini telah dilakukan. 

Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan pihaknya melihat aktivitas Indonesia National Air Carrier Association (INACA) sebagai bukti permulaan adanya  penentuan tarif tiket secara curang itu. 

Maskapai nasional yang tergabung dalam asosiasi pun dianggap telah bersepakat seperti dalam sebuah pernyataan konferensi pers di Jakarta, Minggu, 13 Januari 2019.

"Kita sudah tahu ada pengumuman dari berbagai media bahwa INACA menurunkan harga tarif tiket yang sempat naik kemarin," ujar Guntur di kantornya, Jakarta, Senin, 4 Februari 2019. 

Pihak INACA sendiri telah dimintai keterangan terkait kelanjutan penyelidikan praktik kartel ini. Prosesnya, kata Guntur, bakal terus berlanjut dengan membandingkan data yang digali investigator KPPU. 

"Andai kata bahasanya bukan kami, itu bukan indikasi (praktik kartel), ketika mengatakan kami, itu lebih dari satu, INACA tidak hanya Garuda Indonesia," ungkapnya. 

Guntur tak bisa menjabarkan secara detail seluruh data penyelidikan itu lantaran lantaran bersifat rahasia serta alasan keamanan investigasi. Meski INACA membatah melakukan kartel, bukti permulaan itu diyakini cukup kuat untuk masuk ke persidangan. 

 "Ada data yang setelah melalui proses penelitian kami yakin betul bisa berpotensi hadir dua alat bukti dari hasil penyelidikan. Potensi di situ karena ada beberapa persamaan tindakan atau perilaku," paparnya. 



(SAW)