Impor Indonesia di April Capai USD11,83 Miliar

Suci Sedya Utami    •    Senin, 15 May 2017 17:00 WIB
impor
 Impor Indonesia di April Capai USD11,83 Miliar
Illustrasi. ANTARA/M.Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan impor pada April 2017 sebesar 10,20 persen dibanding Maret sehingga nilainya menjadi USD11,93 miliar. Volumenya pun turun 7,60 persen.

Penurunan ini disebabkan oleh turunnya nilai impor dari migas dan nonmigas masing-masing USD666 juta dan USD689,1 juta. Penurunan dipicu oleh turunnya impor semua komponen yakni minyak mentah USD223,1 juta, hasil minyak mentah USD336,8 juta, dan gas USD105,7 juta.

Namun kata Kepala BPS Suhariyanto, jika dibanding periode yang sama tahun lalu ada kenaikan 10,31 persen atau USD1,11 miliar. Peningkatan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing USD248,8 juta dan USD865,9 juta.

Suhariyanto mengatakan, secara kumulatif impor Januari-April mencapai USD48,53 miliar di mana di dominasi oleh mesin ata pesawat mekanik sebesar USD6,61 miliar dan mesin atau peralatan listrik USD5,37 miliar.

Sedangkan menurut penggunaan barang, impor sepanjang empat bulan ini banyak didominasi oleh bahan baku atau penolong yang naik 15,85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan kontribusinya 75,61 persen, disusul oleh kenaikan barang konsumdi 7,78 persen dengan kontribusi 8,97 persen dan barang modal naik 6,28 persen dengan kontribusi 15,44 persen.

"Dengan banyaknya impor bahan baku atau penolong, diharapkann menggerakkan sektor industri kita," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017.

Lebih jauh dirinya menambahkan, untuk negara pemasok impor terbesar tak banyak berubah yang mana Tiongkok masih menduduki tempat pertama dengan nilai ekspor USD10,37 miliar atau 25,70 persen dari total ekspor Januari-April, disusul Jepang USD4,43 miliar atau 11,49 persen, dan Thailand USD2,89 miliar atau 7,16 persen. Sementara Asean menyumbang impor USD8,40 miliar atau 20,83 persen serta Uni Eropa USD3,73 miliar atau 9,24 persen.


(SAW)