Pangsa Turun, Semen Indonesia Cari Alternatif Penjualan Lain

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 15 May 2017 18:03 WIB
semen indonesia
Pangsa Turun, Semen Indonesia Cari Alternatif Penjualan Lain
Semen Indonesia. ANTARA/Akbar Tado.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) berencana meningkatkan penjualan selain semen untuk ke depannya. Hal itu dikarenakan permintaan semen yang ada di pasar masih mengalami penurunan. Porsi penjualan semen sendiri mencapai 90 persen, sisanya 10 persen ke nonsemen.

"Porsi penjualan semen masih 90 persen, sisanya nonsemen. Kita akan terus tingkatkan angka 10 persen, agar bisa lebih tinggi. Ketergantungan ke semen akan menurun," ungkap Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra, ‎ditemui di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Pangsa pasar penjualan di luar, Rizkan mengaku, juga sedang mengalami penurunan. Tapi, perseroan tetap mampu naik secara pasar hingga 1,3 persen.

"Market turun 0,7 persen, kita naik 1,3 persen. Kita tidak pengaruh naik turun demand, kita akan naikkan market share. Kita secara aktif mempersiapkan ketika pendapatan semen menurun, kita siapkan pendapatan lainnya," terang Rizkan.

Peningkatan penjualan produk non semen, lanjut dia, Semen Indonesia akan menjalankan diversifikasi ke produk lain yang masih di ruang lingkup material bangunan. Jangka waktu pengembalian modal ‎untuk produk lainnya juga tidak lama seperti untuk investasi di semen

"Semen Indonesia bukan hanya semen tapi Indonesia building material, tak bergantung semen banyak new vehicle, tak hanya semen. Semen jangka panjang, setidaknya 30 tahun," jelas Rizkan.

‎Meski cari alternatif penjualan yang lain, lanjut Rizkan, perseroan tetap fokus bisnis di sektor semen. Dengan pembangunan semen, maka bisa membangun infrastruktur yang lebih tinggi di Indonesia.


(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA