Harga Pangan Harus Dikawal

   •    Rabu, 19 Apr 2017 13:42 WIB
pangan
Harga Pangan Harus Dikawal
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

KEMENTERIAN Perdagangan meminta daerah dan pusat meningkatkan koordinasi terkait dengan ketersediaan pangan dan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha tahun ini.

Penegasan ini disampaikan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Syahrul Mamma, saat memimpin rakor identifikasi ketersediaan stok dan harga kebutuhan pokok menjelang puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kemarin. Hadir dalam rakor itu Bupati dan Wali Kota se-Sulteng, satuan kerja perangkat daerah, Bulog, dan pelaku usaha.

"Pemerintah ingin menjamin ketersediaan pasokan dan kestabilan harga pada level yang terjangkau. Lewat rakor ini pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah mengawal kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok. Terutama untuk menghindari terjadinya kekurangan stok, pasokan, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi atau penimbunan barang kebutuhan pokok secara tidak wajar," jelas Syahrul di Kantor Gubernur Sulteng.

Baca: Reformasi Pangan untuk Seimbangkan Produksi-Inflasi

Dia juga meminta seluruh pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan barang kebutuhan pokok. "Segala jenis tindakan spekulasi dan penimbunan akan ditindak tegas. Pemerintah akan menggelontorkan stok barang pokok sehingga harga stabil dan spekulan merugi," ujarnya.

Pengawasan terhadap distribusi pangan dan harga ditingkatkan di sejumlah daerah seperti di Kota Sukabumi, Kupang, Cirebon, dan Padang. Selain pasokan pangan aman, harga sejumlah komoditas yang berpotensi bergejolak menjelang Ramadan, masih relatif normal.

"Setiap pekan kita agendakan pemantauan harga berbagai komoditas. Upaya ini dilakukan agar setiap saat kita bisa memantau pergerakannya. Pantauan perkembangan harga ini kita laporkan juga langsung ke Kementerian Perdagangan agar datanya selalu terbaru," terang Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kota Sukabumi, Ayep Supriatna.




Stok beras aman

Selain harga kebutuhan pokok, Bulog sejumlah daerah juga meningkatkan penyerapan gabah dan beras dari petani. Di Klaten, hingga pertengahan April, penyerapan gabah dan beras mencapai 23.811 ton atau 44,8 persen dari target sebesar 53.050 ton pada tahun ini.

Kemudian di Aceh, Kementerian Perdagangan memantau langsung stok beras di gudang Bulog Divisi Regional Aceh, Gampong Siron, Kabupaten Aceh Besar. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan saat mengunjungi gudang Bulog di Gampong Siron memastikan kebutuhan beras di Aceh cukup hingga tujuh bulan mendatang.

Dari Banyumas, stok beras yang tersimpan di gudang Subdivre Bulog setempat cukup untuk menghadapi puasa dan Lebaran di wilayah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap, sedangkan di Temanggung, penyerapan beras belum sesuai target. Penyebabnya stok beras hasil serapan tahun lalu di gudang belum disalurkan untuk penerima beras sejahtera. (Media Indonesia)

 


(AHL)