Usai Pilkada, Ekonomi DKI Jakarta Diprediksi Mengalami Perbaikan

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 21 Apr 2017 07:13 WIB
bank indonesia
Usai Pilkada, Ekonomi DKI Jakarta Diprediksi Mengalami Perbaikan
Suasana kawasan perkantoran di Jakarta (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang berjalan lancar dan aman memberi sentimen positif bagi pasar keuangan. Hal ini diyakini akan berpengaruh terhadap ekonomi di ibu kota yang pada akhirnya akan berpengaruh kepada ekonomi nasional.

"Dari sisi sentimen pasar lebih netral karena enggak ada kekhawatiran karena dari sisi politik daerah lebih jelas," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 20 April 2017.

Dirinya menambahkan, selesainya waktu Pilkada DKI Jakarta akan semakin meningkatkan tingkat konsumsi. Terutama yang datang dari swasta, karena mereka merasa jika ketidakpastian akibat perpolitikan yang sempat memanas bisa kembali normal.

"Dari sisi konsumsi sudah bergulir khususnya yang dari swasta. Kegiatan ekonomi juga sudah mulai bergulir sehingga pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2017 akan lebih baik dari kuartal I-2017," jelas dia.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2017 diperkirakan tetap baik meskipun di bawah perkiraan semula. Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama dipengaruhi oleh investasi yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif.

Investasi pada kuartal I-2017 yang membaik didukung oleh investasi bangunan dan nonbangunan. Perbaikan investasi nonbangunan didukung oleh kenaikan harga komoditas seperti terlihat pada penjualan alat berat untuk pertambangan dan perkebunan yang meningkat. Kenaikan harga komoditas juga mendorong kinerja ekspor yang tumbuh positif.

Sementara itu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2017 berpotensi sedikit melambat tercermin dari pertumbuhan penjualan eceran dan motor yang menurun, dipengaruhi oleh proses konsolidasi korporasi yang masih berlanjut. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat pada kuartal II-2017 ditopang oleh perbaikan investasi dan ekspor, sedangkan konsumsi diperkirakan relatif stabil.

Membaiknya harga komoditas dan menguatnya permintaan terkait pemulihan ekonomi gobal diperkirakan akan mendorong perbaikan kinerja ekspor dan investasi. Ke depan, peran stimulus fiskal diharapkan dapat tetap terjaga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.


(ABD)