OJK Permudah Perizinan dan Registrasi Penerbitan Obligasi dan Sukuk

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 20 Jun 2017 12:32 WIB
ojk
OJK Permudah Perizinan dan Registrasi Penerbitan Obligasi dan Sukuk
Suasana peluncuran SPRINT (Foto: dokumentasi humas OJK)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT) penerbitan obligasi dan sukuk untuk emiten bank. Dengan sistem ini maka akan mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan dengan cara mengintegrasikan proses perizinan di kompartemen pasar modal dan perbankan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Rahmat Waluyanto mengatakan, proses perizinan penerbitan obligasi dan sukuk untuk emiten bank yang selama ini dilakukan secara sekuensial telah ditransformasikan menjadi perizinan melalui satu pintu. Bahkan, dan dokumen permohonan juga telah disederhanakan.

"Dengan langkah ini OJK dapat memotong waktu pemrosesan permohonan secara signifikan namun tetap mempertimbangkan aspek prudensial terhadap permohonan yang diajukan," kata Rahmat, di Gedung OJK, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa 20 Juni 2017.

Menurutnya, sistem ini merupakan upaya kongkrit OJK dalam menjaga momentum terus membaiknya kondisi ekonomi nasional dengan membangun mekanisme perizinan penerbitan obligasi dan sukuk bagi emiten bank yang terintegrasi melalui satu pintu. Melalui SPRINT, proses perizinan dipersingkat dari yang semula membutuhkan waktu 105 hari menjadi 22 hari kerja saja.

"SPRINT ini juga telah ditetapkan sebagai virtual single window bagi Industri Jasa Keuangan dalam melakukan proses perizinan di lingkungan Otoritas Jasa Keuangan. Melalui aplikasi SPRINT, kami berharap dapat mewujudkan perizinan yang TUNTAS yaitu Transparan, Terpadu, Akuntabel, Cepat, dan Sederhana)," jelas dia.

Melalui SPRINT, selain mengurangi risiko perbedaan kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing kompartemen, juga mengurangi duplikasi dokumen permohonan yang harus diajukan oleh pemohon. SPRINT dilengkapi dengan fitur tracking sebagai bentuk transparasi proses perizinan.

"Sehingga pemohon dapat senantiasa melakukan monitoring terhadap progress perizinan atau pendaftaran yang telah diajukan. Selain sebagai bentuk transparansi, fitur tracking ini juga dimaksudkan untuk mengurangi interaksi antara pemohon dengan regulator," ujarnya.

Sebelumnya, pada 2016, OJK telah meluncurkan SPRINT Bancassurance untuk perizinan pemasaran produk asuransi, SPRINT untuk perizinan penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD, serta SPRINT pendaftaran akuntan publik/kantor akuntan publik dan keduanya telah diimplementasikan sepenuhnya pada 2017.


(ABD)