PT Garam Proyeksikan NTT dan NTB jadi Produksi Garam Nasional

   •    Minggu, 27 Aug 2017 18:50 WIB
garam
PT Garam Proyeksikan NTT dan NTB jadi Produksi Garam Nasional
Garam. (ANT/Dedhez Anggara).

Metrotvnews.com, Medan: PT Garam (Persero) memproyeksikan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebagai lokasi produksi garam nasional karena memiliki syarat yang dibutuhkan.

Sekretaris Perusahaan PT Garam Hartono mengatakan, tidak semua pantai dapat menjadi lokasi produksi garam karena adanya beberapa kriteria yang harus dipenuhi. 

Pantai tersebut harus memiliki kecepatan angin minimal 2-3 meter per detik, curah hujan maksimal 1.200 mm per tahun, serta kelembaban lokasinya maksimal 70 persen. Kemudian, temperatur kawasan pantai terserbut minimal 31 derajat celsius. Kondisi tanahnya harus landai dengan kemiringan minimal tiga persen, dan tidak menyerap air.

"Jadi, air laut yang diletakkan di tempat itu tidak habis," katanya dikutip dari Antara, Minggu 27 Agustus 2017. 

Syarat lain, kata Hartono, sumber air laut di pantai itu minimal 2 derajat boume, yang berarti satu liter air laut harus mengandung garam minimal 20 gram.Minimal musim kemaraunya juga minimal 4,5-5 bulan per tahun. 

"Makanya di Jawa itu sudah tidak bisa lagi, sudah maksimal, lahannya sudah digunakan," katanya.

Karena itu, PT Garam mulai mengarah ke Indonesia bagjan timut, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya sudah melakukan proyek percontohan (pilot project) di Desa Pipolo, Kecamatan Sulamo, Kabupaten Kupang, NTT di areal seluas 400 ha. 

Secara koordinat dan dilihat dari garis lintang, kawasan yang menjadi proyek percontohan itu mendekati Australia dengan musim kemaraunya berkisar 7-8 bulan. Dengan kondisi itu, proyek percontohan tersebut dalam memiliki produktivitas yang tinggi. 

"Di Jawa, produktivitasnya 80-90 ton per ha, disana bisa 100-120 ton per ha," ujar Hartono.


(SAW)