BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 17 May 2017 07:35 WIB
bpjs kesehatan
BPJS Kesehatan Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit
Suasana Pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit 2017 (Foto: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupaya terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi pesertanya. Saat ini kualitas pelayanan khususnya di rumah sakit atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) menjadi salah satu urgensi yang harus terus dibenahi.

Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady mengatakan, memasuki tahun keempat implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) perbaikan layanan menjadi salah satu urgensi yang patut diperhatikan.

Untuk itu, lanjutnya, perlu peningkatan hubungan kemitraan dengan stakeholder termasuk fasilitas kesehatan (rumah sakit), asosiasi fasilitas kesehatan (faskes) dan regulator. Peningkatan semacam ini menjadi penting dilakukan agar pelayanan bisa menjawab kebutuhan.
 
"Masih banyak peserta JKN-KIS yang mengeluhkan terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit. Diharapkan melalui pertemuan ini komitmen tersebut semakin kuat diupayakan oleh seluruh manajemen rumah sakit mitra kerja BPJS Kesehatan," ujar Maya, di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Selasa malam 16 Mei 2017.

Kualitas pelayanan rumah sakit yang dikeluhkan, misalnya, pembebanan iuran biaya di luar ketentuan, ketiadaan sistem antrian pelayanan yang pasti dan transparan, kuota kamar rawat inap, serta ketersediaan obat. BPJS Kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam hal mendorong mitra kerja/provider dalam memperbaiki hal tersebut.

Namun untuk menuntaskannya, lanjut dia, sangat diperlukan inisiatif, komitmen pelaksanaan serta pengawasan menyeluruh manajemen rumah sakit dalam menata proses perubahan menuju standar kualitas pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu tujuan daripada pelaksanaan JKN-KIS akan dapat tercapai.

"Keberhasilan program JKN-KIS tidak bisa lepas dari dukungan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan selaku mitra BPJS Kesehatan. Perlu terus ditingkatkan peran dan fungsi dalam pelayanan, dengan kendali mutu sesuai ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan JKN-KIS. Mengapa demikian, karena semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan Program JKN-KIS," jelas dia.

Tercatat sampai dengan akhir 2016 total pemanfaatan di fasilitas kesehatan oleh peserta BPJS Kesehatan mencapai 192,9 juta kunjungan/kasus, yaitu terdiri dari 134,9 juta kunjungan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas, dokter praktik perorangan, dan klinik pratama/swasta), serta 50,4 juta kunjungan rawat jalan tingkat lanjutan (Poliklinik RS) dan 7,6 juta kasus rawat inap tingkat lanjutan (RS).

Untuk menjembatani komunikasi antarpihak terkait, BPJS Kesehatan menggelar pertemuan nasional manajemen rumah sakit. Kegiatan ini diikuti para manajemen rumah sakit pemerintah dan swasta, asosiasi fasilitas kesehatan rujukan seperti PERSI dan asosiasi professional seperti IDI Dewan Pertimbangan Medis, Dewan Pertimbangan Klinik, serta Kementerian Kesehatan.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah mengoptimalkan hubungan kemitraan BPJS Kesehatan dan stakeholder terkait untuk mendorong peningkatan kerjasama faskes dan indeks kualitas layanan faskes. Serta menjadi sarana diskusi, berbagi pengalaman dan mencari solusi atas permasalahan-permasalahan terkait pelaksanaan JKN-KIS.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA