AP II Berencana Tambah Skytrain di Bandara Soetta

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 20 Jun 2018 09:17 WIB
angkasa pura ii
AP II Berencana Tambah <i>Skytrain</i> di Bandara Soetta
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) berencana menambah kereta layang atau skytrain Tangerang lantaran sejak dioperasikan 17 September 2017 skytrain diminati banyak penumpang. AP II siap mengembangkan skytrain yang kini dapat mengangkut hingga 176 pax tiap perjalanan.

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan saat ini di Bandara Internasional Soekarno-Hatta AP II memiliki tiga trainset yang beroperasi dual track (track A dan B) dengan lintasan sepanjang 3,07 kilometer (km).

Kecepatan maksimalnya adalah 30 km per jam dengan headway 13 menit dan dwell time satu menit. Namun, pengoperasian skytrain saat ini masih bersifat manual, yaitu masih melibatkan awak pengemudi didalamnya.

"Dilihat dari kenaikan pergerakan penumpang dari tahun ke tahun serta kurang lebih sebanyak 80 persen mayoritas pengguna skytrain adalah penumpang, maka kami akan melakukan pengembangan agar mereka tidak perlu menunggu lama untuk mobilisasi antarterminal,” kata Awaluddin, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 20 Juni 2018.

Ia menjelaskan beberapa hal yang akan dikembangkan dari skytrain di Soekarno-Hatta adalah rencana penambahan tiga trainset. Rencana pengembangan dilakukan pada September 2018 yang nantinya jumlah trainset akan menjadi enam unit dan mengangkut hingga 352 pax tiap perjalanan.

Selain itu, lanjut Awaluddin, pengembangan lainnya adalah rencana pengotomatisan pengoperasian trainset tanpa awak. Kecepatan akan ditambah dari headway yang semula 13 menit terpangkas menjadi enam menit sehingga frekuensi kereta lebih banyak dari yang tersedia saat ini.

Sementara untuk pengembangan rute, rencananya diperpanjang menuju ke rencana pembangunan Terminal 4 di area soewarna golf dan ke area komersial sky city. Saat ini rute existing skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah Terminal 1-Stasiun Kereta Bandara-Terminal 2-Terminal 3 (pp).

Tidak hanya mengembangkan skytrain, ia menambahkan, AP II juga berencana membangun dan menyediakan fasilitas pendukung dari kereta layang seperti sky bridge, lintasan, shelter, serta sistem dan persinyalan yang merupakan hal fundamental dalam pengoperasian skytrain tersebut.

"Progres pembangunan lintasan dan shelter tahap satu sudah 100 persen. Sedangkan progres pengembangan sistem dan persinyalan otomatis hampir mencapai 100 persen. Dengan adanya rencana pengembangan skytrain ini Minimun Connecting Time (MCT) yang diperlukan untuk berpindah antarterminal akan lebih efisien," pungkas Awaluddin.


(ABD)