Anggaran Terus Bertambah, Menkeu Minta Kualitas Pendidikan Ditingkatkan

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 10 Jul 2018 11:58 WIB
pendidikananggaran kementeriankementerian keuanganKualitas Pendidikan
Anggaran Terus Bertambah, Menkeu Minta Kualitas Pendidikan Ditingkatkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Irfan)

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan anggaran pendidikan di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sayangnya peningkatan anggaran belum sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Di awal menjabat sebagai Menkeu, Sri Mulyani menjelaskan alokasi anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari total belanja negara. Jumlahnya pun terus meningkat seiring kenaikan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"20 persen APBN untuk pendidikan itu besar sekali. Saat yang sama saya sebagai Menteri Keuangan harus membagi uang untuk berbagai tujuan yang sama, untuk kewajiban yang sama," kata dia di Gedung Guru Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

Sri Mulyani merinci, mulanya anggaran pendidikan yang disediakan pemerintah hanya Rp163 triliun. Namun alokasinya dalam tiga tahun terakhir terus meningkat dari Rp233 triliun menjadi Rp419,8 triliun di 2017 dan untuk tahun ini anggaran pendidikan yang disediakan mencapai Rp444 triliun.

"Bahayanya alokasi anggaran pendidikan kayak begini akan teledor untuk merancang anggaran. Berantem siapa dapat, sudah mikirin 20 persen dapat enggak, mikirin untuk apa, dengan target, tujuan apa, dengan hubungan untuk mendapatkan cita-cita anak didik," jelas dia.

Dirinya menambahkan, kualitas pendidikan di Indonesia tertinggal dibandingkan dengan Vietnam yang sama-sama mengalokasikan 20 persen anggaran untuk pendidikan. Untuk itu dirinya berharap Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Sehinggga kita khawatir anggaran pendidikan menyebar sesuai konstitusi tapi enggak seusai kualitas. Makanya PGRI termasuk salah satu pilar penting tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan guru tapi saya titip menghasilkan pendidikan yang baik karena Indoensia perestasinya tertinggal," pungkasnya.

 


(AHL)