Pemerintah Masih Kaji Penurunan HET Beras Medium dan Premium

Kautsar Widya Prabowo    •    Rabu, 06 Jun 2018 16:33 WIB
beras
Pemerintah Masih Kaji Penurunan HET Beras Medium dan Premium
Beras. MI/BENNY BASTIANDY.

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (kemendag) tengah mengkaji penurun Harga Eceran Tertinggi (HET) pada beras jenis premium maupun medium. Hal tersebut agar harga yang yang dipatok dipasaran dapat dijangkau semua kalangan masyarakat.

Direktur Perdagangan Dalam Negeri Tjahja Widayanti menjelaskan rencana penurunan tersebut masih dalam pembahasan rapat koordinasi pangan.

"Ini semua sedang dalam pembahasan, kita tunggu saja nanti. Jenis medium dan premium satu paket,"ujarnya di Gudang Bulang Divisi Regional Jakarta dan Banten, Rabu, 6 Juni 2018.

Ia menambahkan pembahasan harus dapat menjaga harga baik ditingkat petani maupun ditingkat konsumen. "Kita minta supaya konsumen tidak dibebani, jadi harus ada patokan harga," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelumnya menjelaskan rencana penurunan HET yang berkisar Rp9.000 sampai Rp9.200, dari HET medium saat ini Rp9.450 per kg, telah melihat skema pasar terlebih dahulu.

"Yang kita lakukan pantauan langsung di pasar tradisional dan beras curah. Apakah pedagang akan disuplai dari Bulog atau mereka memproduksi dari dalam daerahnya,"tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan untuk saat ini, dalam kajian penurunan HET, pemerintah terlebih dahulu melakukan penetrasi pasar menggelontorkan beras medium ke seluruh pedagang.

"Kita berkeinginan harga ditarik ke bawah, tapi hasil dari rapat koordinasi pangan tadi, lebih baik mempenetasi pasar dan harga dijual dengan HET," tuturnya.

Sedangkan,  jika ada pedagang yang tidak menjual beras medium dengan harga HET, pihaknya akan menerjunkan tim satgas pangan untuk melihat kondisi pasar.

"Kalau ada pedagang yang tidak menjual walupun sudah kita sediakan dalam kurun waktu ini staf saya dari kementerian perdagangan,dinas setempat dan PD pasar akan mempertanyakannya," tutupnya.


(SAW)