BNI Perluas Penyaluran KUR Replanting Kelapa Sawit ke Riau

   •    Kamis, 10 May 2018 14:02 WIB
bni
BNI Perluas Penyaluran KUR <i>Replanting</i> Kelapa Sawit ke Riau
Logo BNI (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI memperluas dukungan pembiayaan program peremajaan atau replanting kebun kelapa sawit. Kali ini, pembiayaan peremajaan kebun kelapa sawit tersebut diperluas ke Provinsi Riau, yang diawali dari Kabupaten Rokan Hilir, dengan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Seremoni penyaluran KUR dilakukan secara simbolis kepada 50 petani kelapa sawit yang dilaksanakan di tengah kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Riau. Presiden meninjau Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dipusatkan di kawasan perkebunan Kelapa Sawit Desa Pelita, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Hadir menyaksikan penyaluran KUR tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria & Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, serta Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto. BNI menjadi satu-satunya bank yang siap membiayai para petani kelapa sawit dengan skema KUR.

Catur Budi Harto menuturkan, saat ini BNI berkomitmen mendukung penyaluran kredit kepada petani sawit Rokan Hulu yang tergabung dalam wadah Koperasi Unit Desa (KUD) Intan Makmur. Pembiayaan ini akan disalurkan kepada petani anggota KUD Intan Makmur dengan jumlah petani sebanyak 50 orang. Kredit tersebut digunakan untuk peremajaan kebun sawit seluas 100 ha.

"Pada tahap ini, pembiayaannya akan kami berikan kepada 50 petani dengan total penyaluran kredit sebesar Rp7,68 miliar," kata Catur, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis, 10 Mei 2018.

Sebelumnya, pembiayaan khusus untuk peremajaan kebun kelapa sawit ini mulai disalurkan pertama kali kepada para petani di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada 13 Oktober 2017. Selain itu, BNI aktif menyalurkan pembiayaan peremajaan perkebunan sawit di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Langkah ini juga merupakan bagian dari dukungan BNI terhadap program-program BPDPKS dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi serta menyejahterakan petani. Pada tahap awal pembiayaannya, BNI memberikan pembiayaan kepada 473 petani dengan total penyaluran kredit sebesar Rp61,81 miliar.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA