Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Qatar terkait Penempatan PMI

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 20 Apr 2018 01:12 WIB
berita kemenaker
Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Qatar terkait Penempatan PMI
(Foto:Dok.Kemenaker)

Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melakukan penguatan kerja sama dengan Qatar terkait penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

“Kami sudah mendengarkan paparan pemerintah Qatar terkait undang-undang (UU) perlindungan tenaga kerja migran. Nanti akan kami sampaikan kepada Bapak Menteri hasilnya,” kata Sekretaris Jenderal Kemenaker Hery Sudharmanto dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 April 2018.

Dijelaskan Hery, meski dalam UU sudah dijelaskan mengenai teknis perlindungan, tetapi kedua belah pihak harus menandatangani nota kesepahaman (MoU).

“Karena di UU dijelaskan bahwa setiap penempatan harus ada MoU,” tutur Hery.

Sebagai tindak lanjutnya, lanjur Hery, jika kerja sama ini berhasil dilakukan maka kedua belah pihak akan membentuk tim yang khusus menangani ini. Ada butir-butir kesepakatan bersama yang harus dituangkan ke dalam MoU.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemenaker Soes Hindharno menegaskan, Indonesia dapat menempatkan TKI asalkan negara penerima sudah memiliki UU perlindungan tenaga kerja asing.

“Negara penempatan wajib memiliki sistem jaminan perlindungan tenaga migran,” kata Soes.

Selain itu, passpor TKI merupakan identitas TKI yang tidak boleh dipegang oleh pemberi kerja dan semua PMI wajib diasuransikan. Pihaknya akan melakukan negosiasi supaya semua biaya terkait pemberangkatan TKI akan dibebankan kepada pengguna. 

TKI khususnya pekerja domestik, harus memiliki hari libur dan diberikan hak untuk berkomunikasi dengan keluarga atau pun kedutaan untuk berkonsultasi.

“Di hari libur, pekerja boleh keluar rumah untuk refreshing dan jika di hari libur tetap dipekerjakan maka harus ada kompensasi pengganti. Itulah beberapa butir yang jika terjadi kerja sama akan dituangkan ke dalam MoU,” kata Soes memaparkan.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmed Bin Jassim Al-Hamar menyambut positif penjelasan dari pihak Kemenaker . Bahkan, Qatar siap membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti rencana kerja sama ini.

“Kami siap untuk melakukan kerja sama ini. Nanti kami akan membentuk tim, dan saya berharap pembicaraan siang ini ada implementasinya,” kata Ahmed.

Untuk menyiapkan kerja sama ini, Qatar akan membuka dua center (perwakilan) khusus untuk menangani TKI. “Rencananya akan didirikan di Jakarta dan Surabaya,” ucapnya.


(ROS)

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA