Pengembang Properti Pikir-Pikir Investasi di Semarang

Dhana Kencana    •    Sabtu, 02 Apr 2016 14:19 WIB
investasi properti
Pengembang Properti Pikir-Pikir Investasi di Semarang
Konsultan Properti, Lilly Tjahnadi menunjukkan apartemen yang dipamerkan di Semarang. (Foto: MTVN/Dhana Kencana)

Metrotvnews.com, Semarang: Sejumlah pengembang properti nasional terus masuk ke Kota Semarang untuk berekspansi bisnis properti. Meski demikian, mereka masih menunggu membaiknya pangsa pasar properti di Semarang. Sebab, masyarakat di ibu kota Jawa Tengah saat ini dinilai belum siap menyerap produk-produk properti modern seperti rumah vertikal atau apartemen dan pusat belanja.

Salah satu pengembang besar yang akan ekspansi adalah PT Waskita Karya bersama PT Darmo Permai yang bekerja sama membentuk KSO Waskita Darmo Permai. Mereka yang sudah membangun 88Aveneu di Surabay‎a saat ini diketahui tengah mempertimbangkan untuk memasarkan apartemennya di Kota Semarang.

"Sementara ini belum ada rencana membangun di Semarang. Mungkin tiga hingga empat tahun ke depan kita baru ekspansi ke Semarang," kata Managing Director KSO Waskita Darmo Permai, Kevin Sanjoto kepada Metrotvnews.com, Sabtu (2/4/2016).

Kevin melihat masyarakat di Semarang yang berminat akan apartemen masih sangat sedikit. Bahkan masih kalah jauh dibandingkan di sejumlah kota lain, seperti Bandung atau Balikpapan. Menurut dia, investasi properti di Semarang juga belum tumbuh dengan baik karena belum bisa menjadi kota mandiri secara ekonomi.

"Pemerintah daerah dianggap masih memiliki ego sektoral dalam menjalankan dunia usaha, sehingga geliat properti di Semarang tidak bisa berkembang maksimal," imbuh Konsultan Properti, Lilly Tjahnadi.

Meski demikian, Semarang masih memiliki potensial untuk pengembangan ekononomi. Karena selama ini properti-properti selalu terpusat atau terkonsentrasi di kota-kota besar, seperti di Surabaya, Bandung, maupun Jakarta.

Selain itu, bertambahnya relokasi industri-industri ke Semarang juga akan berpengaruh pada geliat pertumbuhan dan pengembangan ekonomi, termasuk dengan penyiapan properti pendukungnya. Misalnya hunian untuk para pekerja maupun ekspatriat.

"Dengan begitu, Semarang bisa berjalan lebih cepat. Tapi kalau berjalan normal-normal seperti ini, perkembangannya lambat, bisa sampai 20 tahun. Kepala Daerah juga harus punya terobosan," ungkap Lily.


(AHL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA