Menperin Sebut SDM Kompeten Kunci Sukses Implementasi Industri 4.0

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 11 May 2018 10:44 WIB
perindustrianRevolusi Industri 4.0
Menperin Sebut SDM Kompeten Kunci Sukses Implementasi Industri 4.0
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Palembang: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci sukses untuk memenangkan kompetisi di tengah era persaingan global saat ini, terutama dalam menghadapi perkembangan revolusi industri 4.0.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan diperlukan langkah strategis guna mengakselerasi penyediaan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan dunia industri melalui penyelenggaraan program pendidikan vokasi yang link and match dengan industri.

Program pendidikan vokasi yang link and match juga ini sebagai bentuk implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. "Ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016," kata Airlangga, di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat, 11 Mei 2018.

Ia menjelaskan hari ini program pendidikan vokasi yang link and match ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan perusahaan industri di Sumatera Selatan. Penandatanganan serupa sudah ditandatangani untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, serta DKI Jakarta dan Banten.



Menurutnya sampai dengan 10 tahun ke depan Indonesia akan menikmati bonus demografi atau momentum ketika mayoritas penduduk berada pada usia produktif yakni usia 15-64 tahun mencapai 70 persen. Karenanya perlu SDM yang bisa menjadi aktor pembangunan yang beperan memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sejalan juga dengan yang ada di roadmap Making Indonesia 4.0, di mana kita perlu memanfaatkan bonus demografi. Ini untuk mewujudkan aspirasi menjadikan Indonesia sebagai negara dalam 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada 2030," imbuh dia.

Lebih lanjut, kata Airlangga, guna mencapai sasaran-sasaran tersebut, Kemenperin terus melakukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Salah satu tujuannya yaitu penguatan pelaksanaan program pendidikan vokasi agar dapat dilakukan secara masif dan terstruktur.

"Pembangunan SDM industri harus terus dilakukan untuk mencapai kualitas tenaga kerja yang kompeten, tidak saja dari aspek keilmuan, tetapi lebih diutamakan penguasaan keterampilan dan attitude dalam bekerja," ujar Airlangga.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro mengatakan, sebagai industri yang cukup besar pasti membutuhkan tenaga-tenaga yang terampil. Oleh karena itu Pusri mendukung upaya peningkatan tenaga terampil untuk mendukung pembangunan nasional.

"Pusri sebagai perusahaan yang menjalankan operasi bisnis pupuk dan agrokimia ini kami sangat menyambut dalam rangka menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan pemimpin untuk menjalankan industri tinggi. Kami Pusri mendukung link and match dengan industri nasional," tutup Mulyono.

 


(ABD)