Pengusaha Berencana Naikkan Harga Barang Secara Bertahap

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 08 Sep 2018 22:12 WIB
kenaikan hargarupiah melemahkurs rupiah
Pengusaha Berencana Naikkan Harga Barang Secara Bertahap
Masyarakat memilih produk makanan dan minuman di salah satu toko ritel Jakarta. Foto: MI/Angga Yuniar.

Jakarta: Mata uang rupiah terus bergejolak terhadap dolar AS (USD), bahkan sempat terlempar ke posisi Rp15.000 per USD. Keadaan itu membuat pengusaha dalam negeri berniat menaikkan harga produknya secara bertahap.

Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta, pelemahan nilai rupiah membuat bahan baku dan barang modal yang dibeli pengusaha mengalami kenaikan. Kondisi itu membuat pengusaha terpaksa menaikkan harga jual barang.

"Kalau ditanya apakah harga-harga akan naik, itu pasti. Tapi itu akan dilakukan secara gradual," ucap dia di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 8 September 2018.

Pengusaha, bilang dia, selalu memutar otak demi tidak mengerek kenaikan harganya produknya, meski rupiah telah melemah dari awal 2018. Namun jika rupiah melemah terus menerus, maka pengusaha tidak bisa meredam hal tersebut.

Baca juga: Bos Panasonic: Pelemahan Rupiah Bukan Hal Baru

‎Apalagi, sebut Tutum, pengusaha terjegal aturan baru yang dikeluarkan Menteri Keuangan (Menkeu) soal pembatasan impor beberapa barang.

Untuk itu, dia mengharapkan pemerintah bisa memperhatikan faktor daya beli masyarakat. Ketika daya beli rendah dan rupiah tertekan, maka akan mempengaruhi industri ritel. "Ritel cukup terganggu," jelas dia.

‎Namun demikian, Tutum menilai gerak rupiah akan memasuki posisi keseimbangan. "Kami lihat nilai rupiah ini mencari keseimbangan. Karena tiap tahun inflasi kita itu besar bila dibanding negara tetangga," pungkas Tutum.




(HUS)