Tak Hanya Diakui

Industri Penerbangan Indonesia Ditunjuk sebagai Guru

Media Indonesia    •    Minggu, 09 Sep 2018 14:48 WIB
penerbangan
Industri Penerbangan Indonesia Ditunjuk sebagai Guru
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. MI/Panca Syurkani.

Jakarta: Catatan keselamatan yang gemilang membuat Indonesia dipercaya untuk menyelenggarakan Indonesia Fellowship Training Program 2018 melalui Program Pelatihan Internasional Bidang Penerbangan, Ramp Safety Awareness dan Foam Tender Operation and Defensive Driving. Pelatihan tersebut diikuti sejumlah negara, seperti Palestina, Afghanistan, Maldives, Srilanka, Bhutan, Mongolia, Seychelles, Nepal, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Indonesia.

"Beberapa waktu lalu, Indonesia dipercaya memberikan pelatihan Internasional Bidang Penerbangan, Ramp Safety Awareness dan Foam Tender Operation and Defensive Driving. Ini suatu kebanggaan, kita berhasil memperoleh pengakuan dunia internasional terhadap sektor penerbangan Tanah Air bahkan memberikan pelatihan buat negara lain," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 9 September 2018.

Menurut Budi, capaian ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah Indonesia untuk memajukan dunia penerbangan secara global. Pihaknya berjanji akan terus menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala.

"Indonesia Fellowship Training Program 2018 merupakan program tahunan sejak 2012 yang bertujuan untuk meningkatkan peran aktif Negara Indonesia di kancah dunia penerbangan internasioal, terutama dalam memberikan kontribusi bidang penerbangan terhadap Kerjasama Selatan Selatan Triangular (KSST)," tuturnya.

Indonesia Fellowship Training Program 2018 dilaksanakan sesuai Standard Training Package (STP) Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara yang telah mendapatkan pengakuan secara internasional melalui sertifikasi dari ICAO Train Air Plus. Pusbang SDM Perhubungan Udara selaku wakil negara Indonesia pun terdaftar sebagai Fully Member.

Program Pelatihan Indonesia Fellowship Training Program 2018 telah dilaksanakan di Bali pada 3-7 September 2018 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) dan Balai Pendidikan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug. Rencananya kegiatan ini juga akan dilaksanakan di Palembang pada 20-26 September 2018.



(SAW)