Mendag Ajak Pengusaha Minyak Goreng Gunakan Mesin Pindad

Ilham wibowo    •    Sabtu, 15 Sep 2018 17:36 WIB
kementerian perdaganganpindad
Mendag Ajak Pengusaha Minyak Goreng Gunakan Mesin Pindad
Mendag Enggartiasto Lukita saat peluncuran AMH-o. Medcom.id/ Ilham Wibowo

Bandung: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta pengusaha minyak goreng terutama curah untuk menggunakan mesin pengemasan buatan PT Pindad (Persero). Teknologi alat yang dikembangkan dinilai punya peran penting menstabilkan harga dan jaminan higienis.  

Pernyataan Enggar disampaikan saat meluncurkan filling machine Anjungan Minyak Goreng Hygienist Otomatis (AMH-O) hasil kerja sama Pindad dengan PT Rekayasa Engineering di kantor pusat Pindad, Bandung, Jawa Barat.

Acara dihadiri Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media (PISM) Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno serta puluhan perwakilan produsen minyak goreng di Indonesia. 

"Ini karya anak bangsa yang luar biasa untuk menunjukan kemampuan, sekarang tidak usah malu belajar dan bikin sendiri dan itu bagus sekali," ujar Enggar, Sabtu, 15 September 2018.

Enggar menyakini inovasi yang dilakukan membuat industri dalam negeri layak menghasilkan minyak goreng yang berkualitas. Kehadiran mesin AMH-o pun dalam rangka memenuhi peraturan Mendag nomor 9/MDAG/PER/2/2016 yang mewajibkan peredaran minyak goreng curah menggunakan kantong kemasan sederhana. 

"Pengusaha kelapa sawit dan turunannya tolong persiapkan dalam program kerjanya, anggarkan ini sebagai pinjaman pengusaha di daerah, kalau distributor gede beli sendiri," tutur Enggar. 

Kehadiran mesin yang bisa memotong mata rantai distribusi ini juga diminta untuk disebarkan hingga ke sektor koperasi dan pesantren. Namun demikian Enggar meminta pemasaran tetap dilakukan pihak swasta agar pergerakan bisnis terus berkesinambungan.  

"Kelompok kecil-kecil, pesantren dan koperasi dibantu. Yang perlu pinjaman kita bantu. Ini berpihak kepada masyarakat menjadi higienis," ucap dia. 

Mendag menambahkan kehadiran mesin telah memenuhi standard food grade ini bisa menekan harga minyak curah di tingkat pengecer menjadi Rp11.000 per liter. Pada tahun 2019 pemerintah bakal melarang seluruh penjualan minyak goreng yang tidak berlabel. 

"Ada mesin ini tidak ada alasan enggak siap. Saya ajak lobi teman-teman pengusaha. Target kita tahun depan, kita tentukan minyak yang curah enggak boleh ada, harus dalam kemasan sederhana," tandas dia. 



(SCI)