Menko Darmin Sarankan Masyarakat Pakai Daging Beku

Kautsar Widya Prabowo    •    Jumat, 08 Jun 2018 15:23 WIB
daging sapidaging kerbau
Menko Darmin Sarankan Masyarakat Pakai Daging Beku
Ilustrasi daging beku. (FOTO: ANTARA/Feny Selly)

Jakarta: Memasuki bulan Ramadan, beberapa harga bahan-bahan pokok tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Seperti halnya daging beku yang lebih murah dari daging segar.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan masyarakat yang ingin mengonsumsi daging sapi, ada baiknya untuk memilih daging beku.

"Kita selalu ingin daging segar, tapi coba kalau daging beku harganya lebih murah. Padahal restoran bintang lima kalau buat beef steak pasti menggunakan daging beku," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Ia menambahkan, jika menginginkan daging yang lebih murah, masyarakat dapat memilih daging kerbau yang lebih hemat hingga Rp20 ribu.

"Daging yang lebih murah ya kerbau, itu bisa Rp80 ribu," tambahnya.

Selain itu, di bulan Ramadan ini beberapa kebutuhan pokok seperti beras, daging, dan gula menjadi pengawasan utama. Namun ketiga bahan pokok tersebut tidak mengalami kenaikan harga. 

Sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga bahan pokok yang signifikan.

"Ya kalau bulan puasa ini kan harga tidak terlalu naik, sehingga orang bisa lebih tentram untuk berbelanja," imbuhnya.

Bahkan, tambah dia, sebelum Ramadan impor sudah dalam keadaan meningkat. Hal tersebut yang perlu diperhatikan masyarkat agar tidak perlu risau terkait kenaikan harga.

"Sebetulnya sebelum bulan puasa impor udah naik, jadi semestinya orang berbelanja cukup baik," ujarnya.

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebelumnya menjelaskan dalam menjaga ketersediaan pangan pihaknya berupaya untuk memenuhi komoditas pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Salah satunya adalah melalui persediaan daging kerbau impor yang tersedia sebanyak 4.500 ton.

Direktur Operasional Pelayanan Publik Perum Bulog Karyawan Gunarso menjelaskan daging kerbau telah mengalami peningkatan permintaan, terbukti dari masuknya daging impor hingga Juni mencapai 20 ribu ton yang tersisa saat ini 4.500 ton.

"Sepanjang tahun ini Bulog diberikan kuota 100 ribu ton, Sampai Juni 20 ribu ton. Sekarang tinggal 4.500 ribu ton," ujarnya di Gedung Perum Bulog, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, impor daging sapi menjadi alternatif dari tingginya harga daging segar dari Rp110 ribu per kg sampai dengan Rp120 ribu per kg. Selain itu daging tersebut dipercaya lebih kaya akan serat ketimbang daging sapi.

"Kami ingin yakinkan daging kerbau pilihan yang sehat, karena daging sapi produksinya lebih mahal. Daging kerbau saat ini paling tinggi Rp80 ribu per kg," kata dia.


(AHL)


Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

2 hours Ago

Pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018 telah resmi ditutup pada Minggu (14/10/2018). Acara…

BERITA LAINNYA