Warga Boleh Bawa Pulang Penghargaan Milik Menteri Amran

M Rodhi Aulia    •    Sabtu, 15 Oct 2016 05:11 WIB
kementerian pertanian
Warga Boleh Bawa Pulang Penghargaan Milik Menteri Amran
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia. (Foto: Metrotvnews.com/Aulia)

Metrotvnews.com, Bone: Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia memberikan penghargaan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Penghargaan itu terkait rekor prestasi pendukung pelaksanaan rekor gerakan aksi 1.000 titik kelahiran anak sapi (pedet) hasil inseminasi buatan (IB) berbasis data recording.

"Ini (piala penghargaan) bukan punya menteri, tapi punya rakyat. Kalau ada yang mau simpan bergilir di rumah, boleh. Ini punya rakyat, ini keberhasilan rakyat," kata Amran di sela-sela Panen Pedet (anak sapi), di Lapangan Sepak Bola Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Bone, Jumat (14/10/2016).

Amran memamerkan piala itu di atas panggung setelah menerima langsung dari Pendiri dan Direktur Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia Paulus Pangka. Selain Amran, Gubernur Sulsel yang diwakili wakilnya, dan Bupati Bone.

Amran terus menggalakkan gerakan aksi 1.000 titik kelahiran anak sapi (pedet) hasil inseminasi buatan (IB) berbasis data recording. Gerakan ini merupakan impelementasi program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Amran menegaskan, tujuan utamanya adalah mewujudkan swasembada daging. Amran mengapresiasi Sulawesi Selatan yang mampu menghadirkan anak sapi melalui inseminasi buatan secara signifikan pasca pencanangan program secara nasional di Lamongan, Jawa Timur.

Total dari 20 kabupaten dan kota di Sulsel yang melakukan inseminasi buatan, menghasilkan sebanyak 25.432 ekor kelahiran anak sapi baru (pedet), per September 2016. Semua pedet itu memiliki rekaman data.

Data terkait produktivitas, silsilah, reproduksi dan manajemen. Terbanyak, Bone sebanyak 4.079. Kemudian disusul Sidrap 4.033, dan Bulukumba 3.357.

"Ini yang bisa mengikuti jejak (Lamongan) Jawa Timur. Nanti kita targetkan bila perlu, minimal Sulsel, 700 ribu sampai 1 juta kelahiran," ujar Amran.



(MEL)