Menhub Respons Imbauan Australia tak Gunakan Lion Air

Husen Miftahudin    •    Kamis, 01 Nov 2018 20:59 WIB
lion airLion Air Jatuh
Menhub Respons Imbauan Australia tak Gunakan Lion Air
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan keselamatan penerbangan Indonesia telah sesuai kualifikasi dan standar internasional. Penegasan Budi merespons tindakan Pemerintah Australia yang mengimbau warganya untuk tidak menggunakan pesawat Lion Air.

"Indonesia ini adalah suatu negara yang memiliki kualifikasi keamanan yang bukan sembarangan," tegas Budi di kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.

Budi bilang keselamatan penerbangan Indonesia sudah mendapatkan validasi tiga lembaga internasional. Di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO), keselamatan penerbangan Indonesia mendapatkan penilaian 81,15 persen atau di atas rata-rata (rata-rata keselamatan penerbangan ICAO sebesar 60 persen).

Sementara, otoritas penerbangan sipil di Amerika Serikat alias Federal Aviation Administration (FAA) memberi penilaian bahwa penerbangan Indonesia memenuhi standar keselamatan atau masuk kategori I. Sedangkan di Eropa, maskapai penerbangan Indonesia sudah lepas dari pemblokiran sehingga bisa mengudara di wilayah Benua Biru.

"Saya sampaikan bahwa confidence kita bukan sembarangan juga, sesuatu yang baik dan dilakukan dalam waktu yang panjang. Sampling banyak, lokasi juga banyak," tuturnya.

Raihan tingkat keselamatan penerbangan Indonesia membuat Budi berharap negara-negara asing tak khawatir saat menggunakan maskapai penerbangan Indonesia.

"Jadi mohon juga Pemerintah Australia untuk mengoreksi (imbauan larangan penggunaan maskapai penerbangan Indonesia). Tapi ini mungkin karena kecelakaan, makanya ini akan kita jadikan sebagai dasar untuk perbaikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Australia mengimbau warganya untuk tidak menggunakan pesawat Lion Air. Peringatan itu dikeluarkan setelah musibah jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin pagi, 29 Oktober 2018.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia, pemerintah Negeri Kangguru akan meninjau kembali keputusan tersebut setelah diketahui hasil investigasi penyebab kecelakaan pesawat Lion Air.


(SAW)