Kemenaker Imbau Perusahaan Segera Membuat PKB

Gervin Nathaniel Purba    •    Jumat, 15 Feb 2019 23:40 WIB
berita kemenaker
Kemenaker Imbau Perusahaan Segera Membuat PKB
Kasubdit PP dan PKB Kemenaker Wiwik Wisnu Murti. (Foto: Dok. Kemenaker)

Tangerang Selatan: Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjan (Kemenaker) mengimbau perusahaan yang sudah memiliki Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) untuk membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB). PKB berperan penting sebagai instrumen pengaturan hubungan industrial di tempat kerja manakala terjadi perselisihan.

"PKB ini adalah suatu sarana atau alat hubungan industrial yang dapat dipegang ketika terjadi suatu perselisihan," kata Kasubdit PP dan PKB Kemenaker Wiwik Wisnu Murti, di Tangerang Selatan, Jumat, 15 Februari 2019.

Menurut Wiwik, dalam hubungan kerja sangat memungkinkan terjadi perselisihan antara pihak perusahaan dengan SP/SB. Untuk itu, PKB memiliki peranan penting sebagai instrumen dalam menyelesaikan perselisihan karena PKB dibuat atas kesepakatan kedua belah pihak.

"PKB ini adalah suatu mekanisme kesepakatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini perwakilan dari pengusaha atau manajemennya dengan serikat pekerja/serikat buruh yang ada di perusahaan," kata Wiwik.

PKB wajib dibuat apabila perusahaan sudah memiliki SP/SB. Bagi perusahaan yang belum memiliki SP/SB, Wiwik mengimbau untuk segera membuatnya. Perusahaan yang belum memiliki PKB biasanya mengacu pada Peraturan Perusahaan (PP). PP tersebut sangat memungkinkan memiliki kualitas yang baik. Termasuk dalam persoalan pengaturan hubungan industrial.

Namun begitu, perusahaan yang memiliki SP/SB tetaplah harus membuat PKB. Meskipun secara konten, PP yang berlaku sudah baik dan komprehensif. "Maka kita dorong kalau PP-nya sudah bagus, buat aja PKB," katanya.

Pembuatan PKB merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang masuk dalam Renstra Kemenaker Tahun 2015-2019. Jumlah perusahaan yang telah membuat PKB terus bertambah dari tahun ke tahun.

Pada 2017, target perusahaan yang membuat PKB sebanyak 13.584 perusahaan dan tercapai 13.829 perusahaan. Kemudian pada 2018, ditargetkan 13.910 perusahaan membuat PKB dan tercapai 14.418 perusahaan.

Sedangkan pada 2019, target tersusunnya PKB sebanyak 14.257 perusahaan. Ia pun berharap realisasi tersusunnya PKB dapat kembali melampaui target. "Tentu ini adalah tantangan bagi kita semua untuk berkomitmen membuat tata syarat kerja yang baik melalui PKB," ucap Wiwik.



(ROS)