SBY Pandang Positif Pertemuan IMF-WB

   •    Senin, 08 Oct 2018 14:20 WIB
IMF-World Bank
SBY Pandang Positif Pertemuan IMF-WB
Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Antara/Yulius Satria

Jakarta: Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti pertemuan tahunan IMF-World Bank yang berlangsung mulai hari ini. Pendapatnya tertuang dalam 14 cuitan di akun Twitter pribadinya, @SBYudhoyono.

"Semoga 'IMF-World Bank Annual Meeting' yang diselenggarakan di Bali 2018 ini dapat mencapai tujuan dan sasaran yang diharapkan," kata SBY mengawali cuitannya, Senin, 8 Oktober 2018 pukul 11.23 WIB.

Ia menyatakan pertemuan ini bisa memberikan manfaat dan peluang bagi Indonesia sebagai bagian dari G-20. Baik secara langsung dan tak langsung serta jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut SBY, saat ini ekonomi Indonesia tengah menghadapi tekanan fiskal. Selain itu, Indonesia juga tengah menangani bencana alam di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Ia meminta pemerintah cermat mengeksekusi pertemuan ini.

"Pertemuan ini agendanya mesti tepat, dikelola dengan baik dan benar-benar sukses, sehingga rakyat bisa merasakan manfaatnya," kata SBY melanjutkan.

Ia tak berupaya menyerang acara ini. Namun, kepada yang menentang, ia mengingatkan, "Saya tahu ada pihak yang menentang (kontra) dan ada pula yg mendukung (pro). Demokrasi memang begitu. Yang penting jangan hitam-putih," kata dia.

Sejumlah pihak menentang pertemuan yang menghabiskan dana hampir Rp1 triliun ini. Sebagian besar yang menentang berada di kubu oposisi, yakni pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

SBY menyarikan beberapa alasan yang menentang. Pertama, pertemuan 'besar-besaran' ini disebut tak tepat karena dilaksanakan di tengah bencana. Kedua, biayanya terlalu besar dan dianggap sebagai pemborosan. Apalagi saat ini ekonomi Indonesia tengah dalam tekanan fiskal.

Namun, SBY tak setuju dengan pendapat tersebut. "Jika dikaitkan dengan bencana, mungkin persiapan dan perencanaan pertemuan ini sudah matang, sehingga tak bisa ditunda lagi," kata dia.
 




Untuk itu, ia meminta pertemuan ini dijadikan sebagai wahana dan forum solidaritas. Termasuk menjadikannya sebagai ajang mengumpulkan dana untuk membantu rakyat yang terkena bencana.

SBY juga meminta pemerintah memberi penjelasan mengenai dana penyelenggaraan. "Biar tak jadi fitnah dan hoaks. DPR bisa minta penjelasan kepada pemerintah. BPK juga bisa melakukan audit apakah terjadi pemborosan," katanya.

Sebelumnya, eks Menteri Keuangan di era SBY, M Chatib Basri, tak melihat adanya pemborosan dalam pertemuan ini. Ia bahkan mengakui jika pertemuan ini diajukan sejak era SBY.
 


Selanjutnya, ia membantah jika pertemuan ini sebagai alasan pemerintah untuk menambah utang. Chatib menegaskan tak perlu repot-repot menjadi tuan rumah hajatan besar hanya untuk menambah utang.
 


Pertemuan Tahunan IMF-World Bank dilaksanakan mulai hari ini, 8 Oktober hingga 14 Oktober 2018. Biaya penyelenggaraannya sebesar Rp855,5 miliar. 

Mengutip situs Setgab.go.id, sebanyak 34 ribu tamu dari 189 negara hadir dalam pertemuan ini. Jumlah itu melebihi target awal, yakni 22 ribu peserta.

Agenda yang akan dilangsungkan selama pertemuan antara lain seminar perempuan di tempat kerja; IMF Youth Dialogue; press briefing tentang global financial, dan sejumlah agenda lain.

Pada pertemuan ini juga terdapat Indonesia Pavilion yang menampilkan art and craft expo, booth pariwisata, dan booth infrastruktur.




(UWA)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA