Jokowi Ingin Rumah Bersubsidi Ditambah

   •    Senin, 24 Jul 2017 07:02 WIB
propertirumahperumahan
Jokowi Ingin Rumah Bersubsidi Ditambah
Presiden Joko Widodo (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar perumahan bersubsidi ditambah bila minat masyarakat terhadap jenis rumah tersebut tinggi. Hal itu tidak ditampik menjadi penting lantaran kepemilikan rumah yang layak huni merupakan fokus pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan secara merata.

"Nanti tinggal kalau peminatnya banyak, masyarakat ingin subsidi kita tambahin lagi tahun depan agar lebih banyak lagi rumah yang bisa disubsidi. Dibangun swasta tapi atas back up subsidi pemerintah," kata Presiden Jokowi, seperti dikutip dari Antara, di Pekanbaru, Riau, Senin 24 Juli 2017.

Presiden menyampaikan hal tersebut saat meninjau perumahan Griya Setia Bangsa di Pekanbaru yang menghadirkan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Presiden juga menyaksikan proses akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi untuk MBR di tempat yang sama.

"Jadi di sini, di Pekanbaru, akan dibangun 1.147 rumah. Rumah yang sudah selesai dibangun 700 rumah dan laku keras, yang antre banyak sekali. Kita harapkan ini tidak hanya di Karawang, di Tangerang, di Balikpapan, di Pekanbaru, tapi semua kota akan saya lihat semuanya bahwa ini semua sudah bergerak," tegas Presiden.

Akad rumah itu bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sehingga masyarakat cukup membayar bunga murah sebesar lima persen fixed hingga 20 tahun dan uang muka satu persen. Saat ini sudah dilakukan akad untuk 225 unit rumah.

Presiden memaparkan perumahan tersebut untuk masyarakat dengan penghasilan antara Rp3-4 juta, sehingga tidak memberatkan. "Seperti ini tadi cicilan untuk 15 tahun, kurang lebih Rp900 ribu (per bulan), kalau yang 20 tahun bisa (cicilan) Rp780 ribu, kan enteng," pungkasnya.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

2 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA