Tak Hanya Senjata, PT Pindad Ekspansi ke Alat Pertanian

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 18 Apr 2017 19:57 WIB
pindad
Tak Hanya Senjata, PT Pindad Ekspansi ke Alat Pertanian
Mentan Amran Sulaiman saat membajak sawah dengan alsintan. (FOTO: dokumentasi Kementan)

Metrotvnews.com, Bandung: PT Pindad (Persero) perusahaan milik negara yang khusus memproduksi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) kini juga memproduksi Alat Mesin Pertanian (Alsintan) untuk mendukung percepatan program ketahanan pangan pemerintah.

"Salah satu pemikiran kenapa kita ikut membantu program percepatan swasembada pangan karena kita memiliki keunggulan penguasaan teknologi," tutur Direktur Produk Industrial Pindad Bobby Sumardiat Atmosudirjo, di acara Lomba Tembak Media, Bandung, seperti dikutip dari Antara, Selasa 18 April 2017.

Oleh karena itu, tambah dia, sangat salah jika Pindad tidak turut membantu pertanian. Menurutnya, hal ini adalah tindakan nyata yang dilakukan Pindad dengan bergandengan tangan dengan Kementan dan juga komitmen dari TNI melalui Panglima TNI.

Menurutnya selama ini Indonesia masih mengimpor berbagai bahan pangan dari negara-negara lain, maka diharapkan dengan alat pertanian yang diproduksi Pindad ini kapasitan dan kualitas produksi pangan dalam negeri meningkat.

"Diharapkan dengan adanya produk ini, mudah-mudahan dalam dua tahun ke depan kita tidak perlu mengimpor lagi dari luar," tambahnya.

Rencananya Pindad akan meluncurkan tiga alsintan pada 5 Mei nanti, traktor multiguna, mesin pengolahan tanah dan tanam, mesin rota tanam amphibi, dan mesin panen multikomoditas. Untuk mengembangkn berbagai mesin ini Pindad menerima masukan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementeian Pertanian.

"Selama ini banyak beredar mesin-mesin impor, namun dari masukan yang kami terima dari Kementerian Pertanian dan penggunanya, ada beberapa kendala dari mesin-mesin tersebut. Pertama kualitasnya dan yang kedua kesesuaian dimensional alat pengolahnya. Karena alat pengolahan tanah dan penanaman harus menyesuaikan denga profil tanah, cuaca dan anatomi tanamannya. Jadi kita tidak bisa samakan pengolahan tanaman di Indonesia dengan negara lain, yang kita produksi ini akan sesuai dengan kebutuhan itu," papar Bobby.

Alsintan produksi Pindad ini telah dipesan Kementan masing-masing sebanyak 50 unit untuk ketiga varian, rencananya pengiriman akan dilakukan secara bertahap pada tahun ini hingga terpenuhi permintaannya.

"Tahap pertama pengiriman akan dilakukan Juni tahun ini, dan akan dikirimkan lagi di bulan-bulan berikutnya," pungkasnya.


(AHL)