Pemerintah Aceh Harus Segera Sertakan Modal dalam KEK Arun

   •    Minggu, 16 Jul 2017 11:59 WIB
kawasan ekonomi khusus
Pemerintah Aceh Harus Segera Sertakan Modal dalam KEK Arun
Illustrasi. MI/ADAM DWI.

Metrotvnews.com, Lhokseumawe: Pemerintah Aceh harus serius membayar setoran modal sebagai konsekuensi kepemilikan saham sebesar  46 persen di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Hal ini dikatakan pembina Inkubator Bisnis Universitas Malikussaleh Ibrahim Qomarius.

"Jangan sampai di KEK Arun Lhokseumawe terulang lagi kasus seperti pada pemanfaatan saham di Perta Arun Gas, dimana sampai saat ini Pemerintah Aceh belum melakukan penyetoran modal. Oleh karena di KEK Arun Lhokseumawe, pemerintah Aceh harus memainkan perannya dengan ikut serta dalam penyertaan modal," ujar Ibrahim dikutip dari Antara, Minggu 16 Juli 2017.

Ia mengatakan penyertaan modal di KEK Arun Lhokseumawe oleh pemerintah Aceh dapat berbentuk bantuan pemerintah pusat, alokasi khusus dari APBA/APBK atau bermitra dengan investor.

"Memang perlu diingat, bahwa dengan penyertaan modal yang bersumber dari alokasi khusus di APBA, tentu saja akan mengurangi  pos-pos anggaran lainnya.  Akan tetapi karena ini proyek strategis nasional yang tentu saja memiliki efek ganda terhadap perkembangan ekonomi daerah, pemerintah Aceh perlu mempertimbangkannya dan mengalokasikan anggaran dari pos yang tidak banyak manfaatnya untuk rakyat," jelas dia.

Menurut Ibrahim, penyertaan modal oleh Pemerintah Aceh di KEK Arun Lhokseumaw memiliki beberapa manfaat antara lain terciptanya lapangan kerja baru di Aceh yang diperkirakan mencapai antara 30.000-40.000 orang, baik tenaga skill maupun non-skill.

"Hal ini akan menurunkan tingkat pengangguran dan angka kemiskinan, sehingga meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh," katanya.

Kedua adalah meningkatkan potensi devisa ekspor dari produk migas, petrokimia, dan agroindustri  dari Aceh. Karena Aceh akan menjadi salah satu pemain utama dalam industri migas, petrokimia, agroindustri, pelabuhan dan logistik di Indonesia.

Ketiga adalah akan adanya kemitraan antata BUMN dan BUMD Aceh untuk menggali potensi sumber daya alam dalam rangka pengembangan industri migas, petrokimia, infrastruktur pelabuhan, dan agroindustri.

Selain itu adalah kelima,  efek ganda dalam bidang ekonomi dan bisnis di Aceh,  sehingga akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian Aceh di masa yang akan datang, pungkas Ibrahim.


(SAW)